Mahasiswa USU Ciptakan Alat Canggih Pembasmi Nyamuk, Deteksi dan Semprot Nyamuk dari Jarak 1 Meter

Ini adalah produk pembasmi nyamuk yang efektif, namun tetap aman dan harga yang terjangkau.

Mahasiswa USU Ciptakan Alat Canggih Pembasmi Nyamuk, Deteksi dan Semprot Nyamuk dari Jarak 1 Meter
Tribun Medan/Ayu Prasandi
Tiga mahasiswa USU, Soni Febriga Saragih, Vebta Yuanto Hulu dan Yensriwila Saragih menciptakan Smart Spray Killing Musquitos atau Smile Use. 

TRIBUN-MEDAN.com - Masih banyaknya kasus penyakit akibat nyamuk, menjadi alasan bagi Soni Febriga Saragih, Vebta Yuanto Hulu dan Yensriwila Saragih menciptakan Smart Spray Killing Musquitos atau Smile Use.

“Ide awalnya memang karena semakin banyaknya orang yang terjangkit penyakit disebabkan oleh nyamuk, seperti DBD. Kemudian kami bertiga berpikir untuk membuat sebuah alat yang dapat mengatasi hal tersebut,” ujar Ketua Tim, Soni Febriga Saragih kepada Tribun, Senin (8/7/2019).

Tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) itu mulai meneliti dan berhasil menciptakan inovasi cerdas alat otomatis membasmi nyamuk tersebut.

“Kami melakukan penelitian sejak Desember 2018 lalu dan selesai pada Juni 2019. Awalnya terkendala pada modifikasi sistem deteksinya, karena frekuensi nyamuk yang sangat kecil,” terangnya.

Mereka ingin membuat inovasi produk pembasmi nyamuk yang efektif, namun tetap aman dan harga yang juga tentunya terjangkau.

“Selain ada beberapa alat untuk membasmi nyamuk, di mana pemakaian alatnya belum efektif dan efisien serta masih bisa membahayakan penggunanya. Di sini kami ingin menawarkan produk yang aman,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Smile Use merupakan alat otomatis pembasmi nyamuk yang menggunakan sensor frekuensi berbasis mikrokontroler dan sangat efisien serta efektif karena akan bekerja dengan menyemprotkan cairan ketika nyamuk terdeteksi kurang dari 1 meter.

“Alat ini memiliki daya tahan yang lebih lama dan telah dirancang dengan sangat kompleks karena memiliki lampu Ultra Violet (UV) sebagai pemikat nyamuk, sensor sebagai pendeteksi, arduinouno sebagai pengatur sistem dan semprot otomatis dimana suplai dayanya berasal dari listrik,” jelasnya.

Untuk spraynya, ia menuturkan, pada alat tersebut dengan menggunakan bahan ekstrak daun salam dan daun alpukat untuk membunuh nyamuk, sehinggalebih ramah lingkungan daripada bahan spray pembunuh nyamuk lainnya.

“Alat inovasi ini baru selesai Juni lalu dan belum pernah diikutsertakan pada lomba. Nantinya akan kami ikut sertakan pada program kreativitas mahasiswa 2019,” katanya. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved