Sidang Prapid, Pengacara Ungkap Kliennya Dipaksakan Tuduhan Penggelapan Uang Perusahaan

PT Musimmas dituduhkan melakukan penyelewengan keuangan perusahaan sebesar Rp 150 juta pada Mei 2017.

Sidang Prapid, Pengacara Ungkap Kliennya Dipaksakan Tuduhan Penggelapan Uang Perusahaan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sidang praperadilan penetapan tersangka Fransen atas tuduhan kasus penggelapan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gugatan praperadilan penetapan tersangka atasnama Fransen (29) dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang rencananya dimulai di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, Senin (8/7/2019) batal.

Pasalnya agenda yang seharusnya menjadi sidang perdana itu kandas usai mengetahuo pihak terlapor, yakni Polsek Medan Labuhan tidak hadir dalam persidangan.

Dalam perkara ini, Fransen yang semula adalah karyawan salahsatu perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit, PT Musimmas dituduhkan melakukan penyelewengan keuangan perusahaan sebesar Rp 150 juta pada Mei 2017.

Oleh karena pihak perusahaan yang mempekerjakan Fransen melaporkannya ke Polsek Medan Labuhan.

Padahal dijelaskan oleh Rion Arios, SH, Kuasa hukum Fransen dalam perkara ini, dirinya menolak tuduhan yang dilontarkan perusahaan. Sebab antara Fransen dan perusahaan memiliki komitmen bahwa uang tersebut adalah pinjaman.

"Bahwa pada Mei 2017, Fransen meminjam uang sebesar Rp 150 juta yang mana perusahaan menyepakatinya dengan mekanisme pelunasan cicil sebesar Rp 4 Juta/ Bulan. Lantas mana mungkin klien kami melakukan penipuan dan penggelapan," ujar Rion setelah sidang.

Lebih lanjut Rion pun menjabarkan bahwa tuduhan tersebut sebaiknya dilakukan dalam ranah perdata, lantaran kliennya tidak melunasi kewajibannya karena mendekam di jeruji besi dengan kasus yang juga dituduhkan pihak perusahaan.

"Ini kan seharusnya di ranah wanprestasi, karena klien kita tidak menepati janjinya akibat mendekam di sel dengan kasus perjudian online yang juga dituduhkan pihak perusahaan tempatnya bekerja. Apalagi kita juga menduga tuduhan tersebut adalah kriminalisasi," katanya.

Atas penetapan tersangka kliennya itu, Rion menerangkan juga kalau pihak penyidik tidak menggunakan tahapan penyelidikan ke penyidikan dengan benar. Bahwa pada saat pemeriksaan tersangka tidak ada keterangan bahwa surat panggilan yang menyatakan perkara ini sudah memeiliki Surat Perintah Dimulainya Penyidian. "Ini tentu sangat bertentangan dengan KUHAP," cetusnya.

"Padahal uang itu kan pinjaman, kalau hutang piutang kan ini perdata. seharusnya kalau tidak ada kewajiban lagi makanya ini kan seharusnya ke ranah wanprestasi. Kalau memang ini secara sah penggelapan, seharusnya tersangkanya adalah yang mentransfer (PT Musimmas)," ujar Rion.

Oleh karena itu selanjutnya, Rion berharap pihak penyidik yang menetapkan Fransen sebagai tersangka untuk disiplin mengikuti sidang praperadilan sebelum materi pokok perkara diserahkan kepada jaksa dan selanjutnya bergulir ke persidangan.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved