Tarif Baru Ojek Online Diterapkan di Medan, Penumpang Berkurang hingga 50 Persen

Deni Ari Prasetyo mengatakan sejak adanya aturan baru mengenai tarif ini membuat penumpang jarak dekat berkurang hingga 50 persen

Tarif Baru Ojek Online Diterapkan di Medan, Penumpang Berkurang hingga 50 Persen
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Ketua Persatuan Driver Gojek Indonesia (PD-GI) Deni Ari Prasetyo berfoto bersama dengan driver ojek online lainnya di Amaliun Food Court, Senin (8/7/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai memperluas aturan mengenai tarif baru ojek daring (online) di sebanyak 41 kota yang dibagi menjadi tiga zonasi mulai tanggal 1 Juli 2019.

Aturan mengenai tarif baru ini mendapat penolakan dari konsumen. Salah satunya Friska, menurutnya tarif ojek online saat ini membuatnya berfikir dua kali untuk menggunakan jasa transportasi ini.

"Biasanya dari kos ke kampus itu hanya Rp 5000 belum lagi kalau ada promo kadang hanya bayar Rp 1000. Sedangkan tadi pagi aku harus bayar Rp 9000," ujarnya, Senin (8/7/2019)

Menurutnya efektivitas waktu menjadi alasannya tetap memilih ojek online dibandingkan transportasi konvensional.

"Kalau punya waktu yang lebih banyak aku akan lebih mempertimbangkan naik angkot sih karena ongkosnya lebih murah," pungkas Friska.

Pertimbangan seperti ini dari konsumen berimbas pada driver.

Ketua Persatuan Driver Gojek Indonesia (PD-GI), Deni Ari Prasetyo mengatakan sejak adanya aturan baru mengenai tarif ini membuat penumpang jarak dekat berkurang hingga 50 persen

"Kebanyakan komplain itu datang dari penumpang jarak dekat. Misalnya dari dalam rumah ke luar komplek yang dulunya hanya Rp 3000, sekarang kena Rp 9000. Jadi kebanyakan memilih untuk jalan kaki," katanya Senin (8/7/2019)

Menurutnya penurunan penumpang ojek sepeda motor ini berbanding terbalik dengan jasa pemesanan makanan.

"Ongkos pemesanan makanan kan enggak ada terpengaruh. Jadi dibandingkan keluar rumah yang ongkosnya mahal, lebih baik pelanggan pesan makanan," katanya.

Sementara driver ojek online lainnya, Mardiana Pohan mengatakan ia banyak mendapat komplain dari pelanggan.

"Apalagi kalau mahasiswa-mahasiswa dari kos ke kampus sekarang mengeluh tarifnya mahal. Mereka memilih berangkat pergrup naik becak jadinya," katanya.

Sebagai driver, Deni mengatakan ia dan anggota PD-GI berusaha semaksimal mungkin menjelaskan pada konsumen.

"Harapan kami pengguna aplikasi jangan terkejut. Walaupun sekarang tarifnya sudah berbeda, tapi pakai ojek online kan memang waktu mereka lebih efisien," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved