Ingin Coba Jual Ganja, Hendra Peranginangin Ditangkap Polisi di Tiganderket

Menurut pengakuan Hendra, saat dilakukan penangkapan dirinya baru saja menerima barang ilegal itu dari seseorang kerabatnya di Desa Lau Buluh.

Ingin Coba Jual Ganja, Hendra Peranginangin Ditangkap Polisi di Tiganderket
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Personel Satnarkoba Polres Tanah Karo menginterogasi Hendra Wijaya Peranginangin (kiri), karena terbukti memiliki ganja seberat satu kilogram, di Kantor Satnarkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Coba-coba menjual ganja, Hendra Wijaya Peranginangin ditangkap polisi.

Menurut pengakuan Hendra, saat dilakukan penangkapan dirinya baru saja menerima barang ilegal itu dari seseorang kerabatnya di Desa Lau Buluh. Ia juga mengatakan, baru kali ini mencoba menjual karena mendapatkan tawaran dari kerabatnya tersebut.

"Baru kali ini, karena baru semalam aja pesan, jadi belum sempat ada terima uangnya. Pesannya juga karena ada kawan yang punya, jadi aku coba bawa. Katanya semalam jualnya ini Rp1,1 juta," ujar Hendra, di Kantor Satnarkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (9/7/2019).

Menurut keterangan Kanit I Satres Narkoba Polres Tanah Karo Iptu M. Surbakti, pihaknya menangkap Hendra pada Senin (8/7/2019) kemarin. Dirinya menyebutkan, pria asal Desa Kutabuluh, Kecamatan Kutabuluh itu diringkus saat berada di kawasan Jalan Kutabuluh Simole, Kecamatan Tiganderket.

"Setelah mendapatkan laporan dari warga, personel kita langsung melakukan pengintaian. Pelaku berhasil diamankan di lapangan SMA Lau Rakit, dengan barang bukti yang dibungkus di dalam plastik," ungkapnya.

Surbakti mengungkapkan, barang bukti yang didapat dari Hendra berupa daun ganja yang masih dalam keadaan lembab.

Tak hanya itu, ganja tersebut juga terlihat masih lengkap dengan ranting dan bijinya yang masih melekat.

Akibat dari percobaannya yang melanggar hukum tersebut, Hendra terpaksa harus mendekam di sel tahanan Satnarkoba Polres Tanah Karo. Atas perbuatannya itu, Hendra akan dikenai undang-undang nomor 35 tahun 2009, pasal 112 dan 114, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved