Mobil Pria ini Rusak setelah Isi Bahan Bakar, Ternyata Tangki Diisi Air

Wu, seorang teknisi komputer asal Johor Bahru niat mengisi bahan bakar bensin untuk kendaraan roda 4 nya di pom bensin.

Mobil Pria ini Rusak setelah Isi Bahan Bakar, Ternyata Tangki Diisi Air
Malay Mail & Sin Chew Daily
Pria ini terkejut mobilnya rusak setelah isi bahan bakar, yang ternyata adalah air. (Malay Mail & Sin Chew Daily) 

TRIBUN-MEDAN.com - Apa yang Anda rasakan saat mengetahui mobil Anda yang seharusnya diisi bahan bakar minyak, malah diisi air oleh pom bensin? Menyebalkan bukan?

Itulah yang dirasakan oleh pria asal Malaysia satu ini. Bagaimana bisa?

Jadi, insiden ini terjadi pada Sabtu (6/7/2019) lalu, sekitar pukul 7 pagi. Wu, seorang teknisi komputer asal Johor Bahru niat mengisi bahan bakar bensin untuk kendaraan roda 4 nya di pom bensin.

Usai mengisi bahan bakar, ia langsung melajukan kendaraannya. Dan singkat cerita, setelah berjalan sejauh 200 meter, mobil pria itu tiba-tiba mogok.

Dia pun memanggil truk derek untuk membawa mobilnya ke bengkel.

Dan setelah diperiksa, mekanik bengkel mengetahui bahwa tangki bahan bakar kendaraan pria itu ternyata diisi dengan air alih-alih bensin.

“Aku langsung pergi ke kantor polisi dan membuat laporan, lalu segera kembali ke pom bensin untuk mengisi bensin.

“Namun, petugas yang jaga mengklaim bahwa mereka sudah menutup pompa bensin, dan membuat label bahwa pipa tidak bisa digunakan,” ucap Wu pada Sin Chew Daily.

Wu menambahkan bahwa staf bersikeras dia sudah memindahkan pelindung dari pipa, dan mengisi mobil Wu dengan bensin, menambahkan bahwa dia bisa meminta kompensasi pada pihak pom bensin.

Dia lalu mengkontak manajer pom bensin, namun, pria itu hanya menyarankan Wus untuk melapor ke polisi dan membuktikan bahwa mereka memiliki bukti bahwa Wu yang mengambil pelindung itu dari selang.

“Saat aku kembali ke pom bensin, setelah mobil ku mogok. Aku melihat staf menggunakan selotip hitam untuk mengikat selang pemompa bahan bakar bensin. Tapi saat aku datang pertama kali, aku tidak melihat pelindung itu,” serunya.

Yang membuat Wu semakin tak berdaya, bahwa kamera CCTV tidak menangkap bagian tempat dirinya mengisi bahan bakar.

Sementara itu, Wu menambahkan bahwa kerusakan mobilnya cukup serius, dan masih dalam proses perbaikan yang mengeluarkan biaya 10 ribu Ringgit (Rp 34 juta). Ditambah, dia kesulitan untuk berangkat kerja tanpa kendaraan.
Dia sudah menyampaikan komplain ke Asosiasi Perlindungan Konsumen dan berharap pom bensin mengganti kehilangan mereka.

Dia juga berharap bahwa membagikan pengalaman ini berharap bisa menjadi peringatan bagi orang lain untuk lebih hati-hati kedepannya.

(cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Feriansyah Nasution
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved