Pengamat Menilai Tarif Listrik Bisa Tidak Naik Sampai 2020, Ini Sebabnya!

Tarif listrik pada 2020 dinilai bisa bertahan atau tidak mengalami kenaikan. Hal ini dilihat dari komponen pembentukan harga itu sendiri.

Pengamat Menilai Tarif Listrik Bisa Tidak Naik Sampai 2020, Ini Sebabnya!
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di jalan Trangkil Gunungpati, Kota Semarang 

TRIBUN-MEDAN.com-Tarif listrik dinilai bisa bertahan atau tidak mengalami kenaikan sampai 2020. Hal ini dilihat dari komponen pembentukan harga itu sendiri.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin mengatakan dirinya cukup yakin bahwa tarif dasar listrik bisa dipertahankan untuk tidak dinaikkan.

Ia mengatakan komponen pembentukan harga adalah nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), dan laju tekanan inflasi.

"Nah untuk nilai tukar rupiah ini harga rata-ratanya lebih murah dibandingkan dengan tahun kemarin. Di mana rupiah sempat mendekati level Rp 15 ribu per dolar AS, sementara saat ini rupiah berada dikisaran Rp 14.100 an per dolar AS," jelasnya, Selasa (9/7/2019).

Dengan fakta ini, nilai tukar lebih bersahabat saat ini dibandingkan tahun lalu. Sehingga kontribusi pembentukan harga tarif listrik sangat kecil.

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia pada dasarnya juga mengikuti pola pergerakan harga minyak mentah dunia. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, saat ini rata-ratanya lebih murah.

"Kalau tahun lalu, rata-rata ada di USD 64 per barel, saat ini justru sekitar USD 57 per barel. Jadi minyak saya pikir juga tidak mempengaruhi tarif dasar listrik," ujarnya.

Sedangkan untuk inflasi yang sifatnya naik setiap tahun dikhawatirkan akan mempengaruhi operasional dari PLN. Setidaknya inflasi yang naik setiap tahun ini bisa menggerus daya beli karyawan PLN

Hal ini memang seharusnya dikompensasi dengan kenaikan gaji. Jelas inflasi ini mempengaruhi potensi kenaikan tarif dan itupun belum menghitung besaran hitung-hitungan untung rugi PLN sebagai sebuah perusahaan.

"Namun di luar itu semua, jika seandainya pemerintah melalukan penyesuaian tarif listrik ya silakan saja. Yang penting harganya itu tidak jauh dari harga keekonomiannya dan yang tak kalah penting itu transparansinya," katanya.

Di samping itu, isu kenaikan tarif ini juga sensitif. Sehingga masyarakat juga perlu diedukasi dan mendapatkan sosialisasi.

"Tetapi saya yakin tarif listrik tidak harus disesuaikan atau naik di tahun ini," pungkasnya. (cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved