Simpan Sabu 900 Gram di Dalam Tumpukan Sampah, Pak Ucok Dituntut 14 Tahun Penjara

Saat mendengat tuntutan hukuman untuknya yang tinggi, wajah terdakwa tampak berubah dan terlihat murung.

Simpan Sabu 900 Gram di Dalam Tumpukan Sampah, Pak Ucok Dituntut 14 Tahun Penjara
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Terdakwa kurir sabu 900 gram Syaiful Bahri Siregar alias Pak Ucok dituntut Jaksa Penuntut Umum Indra Zamachsyari dengan hukuman pidana 14 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com -Terdakwa kurir sabu 900 gram Syaiful Bahri Siregar alias Pak Ucok dituntut Jaksa Penuntut Umum Indra Zamachsyari dengan hukuman pidana 14 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (9/7/2019).

Warga Jalan Sei Kera, Gang Penghulu No.28, Kelurahan Pandu Hilir, Medan Perjuangan, ini juga dituntut denda membayarkan uang senilai Rp1 miliar.

"Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum terdakwa karena telah terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan pidana 14 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan," ungkap Jaksa di Ruang Cakra V.

Di hadapan Hakim Ketua Erintuah Damanik, jaksa dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa bersalah menjadi kurir sabu yang disembunyikan di tumpukan sampah yang lalu ditangkap petugas polisi yang menyamar sebagai pembeli pada Januari 2019.

Selama persidangan, terdakwa yang tidak menggunakan baju tahanan ini tampak duduk dengan tangan bersila, ia tampak ketakutan. Bahkan saat mendengat tuntutan hukuman untuknya yang tinggi, wajah terdakwa tampak berubah dan terlihat murung.

Dalam dakwaan JPU Indrs, penangkapan terdakwa berawal dari informan polisi yang ingin membeli sabu sebanyak 1 kg. Informan menghubungi terdakwa dan mengatakan ada temannya dari Padang yang hendak membeli narkotika.

"Kemudian terdakwa mengatakan akan menyediakan sabu tersebut dengan terlebih dahulu menanyakan kepada temannya bernama Anto," urai jaksa.

Anto yang masih buron, kemudian menyampaikan soal sabu itu kepada terdakwa Syaiful, bahwa sabu sudah ada, namun beratnya hanya 900 gram dengan harga pergram Rp 50 juta.

"Jika sudah terjual terdakwa dijanjikan oleh Anto akan memperoleh upah sebesar Rp 10 juta. Terdakwa lalu menjelaskan ke pembeli agar uangnya nantinya di transfer lewat rekening," ungkap jaksa.

Setelah sepakat, informan polisi yang menyamar jadi pembeli meminta kepada terdakwa agar melihat terlebih dahulu sabu itu. Sebelum diserahkan, terdakwa menyimpan sabu tersebut ke dalam tumpukan sampah di belakang rumah nya pinggir Jl. Prajurit, Kelurahan Glugur Darat II, Kec.Medan Timur.

"Setelah itu, terdakwa menjumpai pembeli dua laki-laki, Budi Syahputra dan Ahmad Firlana. Mereka kemudian menuju rumah terdakwa," sebut jaksa.

Setibanya di tempat tersebut terdakwa mengambil satu bungkus narkotika jenis sabu seberat 900 gram dari tumpukan sampah. Kemudian terdakwa memperlihatkan dan menyerahkan bungkusan sabu itu.

Polisi kemudian mengamankannya dan membawa barang bukti ke Polda Sumut.

Atas tuntutan itu, Hakim Ketua Erintuah Damanik memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan. (vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved