Aktivis Anti-Korupsi Ini Ditahan Karena Serukan Pejabat Ungkap Kekayaannya

Zhang juga sempat ditahan pada 28 Mei, beberapa hari menjelang peringatan Tiananmen yang sensitif secara politis pada 4 Juni.

Aktivis Anti-Korupsi Ini Ditahan Karena Serukan Pejabat Ungkap Kekayaannya
AFP / HANDOUT / ZHANG YUE
Foto seorang aktivis anti-korupsi China, Zhang Baocheng (kiri) bersama putrinya, Zhang Yue. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang aktivis anti-korupsi China yang mendesak para pejabat untuk mengungkapkan kekayaan mereka dilaporkan telah ditahankarena dianggap "mendorong terorisme".

Zhang Baocheng (60) adalah anggota Gerakan Warga Baru (New Citizens Movement) yang kini telah dinonaktifkan. Gerakan itu gencar mengkampanyekan demokrasi dan transparansi pemerintah.

Di China, jarang terjadi anggota masyarakat sipil atau aktivis hak asasi manusia yang dituduh dalam kasus terorisme.

Istri Zhang, Liu Juefan, khawatir suaminya bakal dijatuhi hukuman penjara yang berat.

Zhang pernah dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun pada 2014 karena "mengganggu ketertiban umum", setelah aksinya membawa spanduk ke kawasan pusat perbelanjaan yang ramai di Beijing dan mendesak para pejabat untuk mengungkapkan aset mereka sebagai cek terhadap korupsi.

Zhang terus menjadi pengkritik yang vokal terhadap Partai Komunis, bahkan setelah Gerakan Warga Baru ditekan dan setidaknya 20 anggotanya ditahan dalam tindakan keras selama setahun sejak tahun 2013.

Zhang kembali ditangkap oleh polisi Beijing pada 4 Juli lalu setelah dicurigai menimbulkan pertengkaran, mendorong aksi terorisme, ekstremisme, dan menghasut terorisme, menurut surat perintah penangkapan yang ditunjukkan istrinya kepada AFP.

"Setelah dibebaskan dari penjara, dia tidak pernah berhenti berjuang, jadi mereka kini menggunakan tuduhan terorisme dan ekstremisme untuk memberinya hukuman yang berat," ujar Liu.

"Sejak penangkapannya, saya belum dapat menghubunginya, tetapi pengacaranya telah bertemu dua kali," tambah Liu, yang mengatakan suaminya telah dijebak.

Zhang juga sempat ditahan pada 28 Mei, beberapa hari menjelang peringatan Tiananmen yang sensitif secara politis pada 4 Juni.

Pihak berwenang menindak aktivis dan semakin memperketat sensor internet untuk mencegah penyebutan tentang insiden yang menewaskan ratusan bahkan ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi oleh tentara dan tank pada 1989.

Zhang juga ditahan lebih dari sebulan pada 2016 karena berpartisipasi dalam peringatan pribadi atas insiden tabu tersebut, meski tidak jelas apakah dia merencanakan peringatan serupa tahun ini.

"Pada 28 Mei, Zhang menghubungi putrinya dan mengatakan bahwa dirinya telah ditahan dan apartemennya digeledah. Polisi memberi tahunya bahwa mereka mencari senjata," kata Liu.

China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping tercatat telah menindak kelompok mahasiswa, gerakan buruh, dan aktivis hak asasi dalam beberapa tahun terakhir, dalam upaya membungkam perbedaan pendapat.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serukan Pejabat Ungkap Kekayaannya, Aktivis Anti-Korupsi China Ditahan"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved