Dokter Spesialis Jantung P Manik Paparkan Fakta Mengejutkan Penyakit Jantung Koroner

Dokter yang dikenal ramah tersebut menjelaskan secara terperinci mengenai PJK baik tanda awal

Dokter Spesialis Jantung P Manik Paparkan Fakta Mengejutkan Penyakit Jantung Koroner
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Thamrin gelar seminar kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bertajuk serba-serbi Penyakit Jantung Koroner (PJK) Jalan Sei Batang Hari Nomor 28-30, Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam rangka merayakan ulang tahun kota Medan ke 429.

Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Thamrin adakan seminar kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bertajuk serba-serbi Penyakit Jantung Koroner (PJK) Jalan Sei Batang Hari Nomor 28-30, Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (10/7/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aulia Serbaguan tersebut, menghadirkan dokter spesialis jantung dr. P. Manik, seminar kesehatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh orangtua saja, namun terdapat beberapa anak muda yang ikut hadir sekaligus berdiskusi dengan dr Manik tentang keluahannya.

Dalam presentasinya, dokter yang dikenal ramah tersebut menjelaskan secara terperinci mengenai PJK baik tanda awal, karakteristik tanda PJK, pengobatan PJK, hingga berbagai pemeriksaan PJK.

"Penyakit PJK itu punya tingkatan yang berbeda-beda, jadi kalau jumpa sama orang, dia nawarkan obat yang bagus sama dia, jangan langsung ditelan, jangan pulak tukar-tukaran obat," katanya sambil tertawa

Suasana seminar yang penuh canda tawa tersebut diwarnai aksi tanya jawab, sebagian besar peserta yang hadir memiliki keluhan jantung yang berbeda-beda. Terdapat dua hal menohok yang disampaikan dokter mengenai PJK pertama Penyakit jantung koroner melekat pada usia, yang artinya semua orangtua tidak bisa terhindar dari penyakit tersebut, dan yang kedua penyakit diabetes.

"Mohon maaf saya bukan mau mengecilkan harapan seseorang tapi suatu fakta yang harus diketahui, adalah tidak ada penderita gula yang tidak kena penyakit jantung, sebab faktor resiko pertama jantung koroner adalah gula," katanya menegaskan

Ia juga menjelaskan, tidak selalu ada tanda awal seseorang terkena PJK hal tersebut dikenal dengan istilah silent ischemia, meski demikian terdapat gejala lainnua seperti rasa tidak enak di dada bisa berupa nyeri, panas seperti ditusuk, susah bernafas seperti dihimpit, serta rasa pegal di dada/punggung.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa rasa tidak enak di ulu hati bisa berupa perut gembung, menghisap seperti sakit maag namun tidak membaik dengan obat maag terutama pada pria usia diatas 40 tahun, selain itu terdapat juga gejala awal berupa rasa tercekik di leher dan rasa sakit di rahang.

"Tapi jangan pula semua rasa sakit yang disebut tadi langsung disimpulkan kenak PJK, tapi rasa tidak enak di dada, leher, rahang, punggung, atau perut, harus munculnya perlahan-lahan, terus menerus, semakin lama semakin tak enak, dan hilang sendiri secara berangsur, keseluruhannya bisa memakan waktu 5 sampai 15 menit, dan biasanya berulang-ulang," katanya.

Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner

PJK kata dr. P. Manik dapat menyerang siapa saja, terutama orangtua yang sudah lanjut usia. Ia menjelaskan bahwa sejak umur 10 tahun setiap orang sudah mengalami penyempitan yang diakibatkan oleh terbentunya kerak atherosclerosis di dinding arteri koroner.

"Bedakan penyempitan dan penyumbatan, kalau penyumbatan itu penyebabnya karena terbentuknya gumpalan darah atau thrombus di permukaan kerak atherosclerosis, ini lah yang berbahaya karena sifatnya darurat dan selalu tiba-tiba, sehingga harus ada upaya agar jangan ada penyumbatan," katanya.

dr Manik mengatakan terdapat beberapa faktor resiko PJK yakni menderita sakit gula (diabetes), menderita tekanan darah tinggi (hipertensi), memiliki kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolestrol), merokok, kurang berolahraga, kegemukan, stress, Lelaki berusia lebih dari 40 tahun, wanita menopaues, serta adaa anggota riwayat keluarga yang mnderita PJK.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved