Harga Cabai Masih Pedas, Pengusaha Rumah Makan Harus Putar Otak

Sekarang cabe rawit lebih mahal daripada cabe merah. Kalau cabai merah kami jual Rp 74 ribu perkilo sekarang

Harga Cabai Masih Pedas, Pengusaha Rumah Makan Harus Putar Otak
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Cabai Merah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga cabai rawit masih mahal hingga saat ini. Seorang pedagang sayuran di Pasar Pringgan, Mery mengatakan harga cabai rawit tembus diangka Rp 75 ribu perkg.

"Sekarang cabe rawit lebih mahal daripada cabe merah. Kalau cabai merah kami jual Rp 74 ribu perkilo sekarang," katanya.

Mery mengatakan, naiknya harga cabai ini membuat pembelinya berkurang. Ia juga tak berani membeli cabai terlalu banyak.

"Dulu orang kan belinya perkilo, kalau sekarang paling membeli perons. Saya juga ambil barang enggak berani banyak, biasanya 5 kilogram, kalau sekarang paling banyak 3 kilogram saja," katanya.

Selain karena pembeli yang berkurang Mery juga mengurangi pasokan cabai karena sepengalamannya harga cabai fluktuatif.

"Harga cabai ini kan selalu tidak menentu, kadang mahal, tiba-tiba besok sudah murah. Jadi saya pun ambilnya sikit sajalah," ujar Mery.

Harga cabai yang terus bertahan mahal ini menjadi momok bagi pengusaha rumah makan. Morin misalnya, ia binggung karena harus menjaga kualitas rasa makanan saat cabai mahal.

"Cabai ini kan salah satu bahan makanan yang ada di hampir di semua menu makanan orang Medan. Makanan orang Medan juga terkenal rasa pedasnya, kalau harga cabai tetap mahal binggung jugalah," katanya.

Ia mengatakan untuk menyiasati harga cabai yang mahal, ia mencari menu lain yang tidak menggunakan banyak cabai sebagai bahan bakunya.

"Jadi saya masak menu yang menggunakan sedikit cabai seperti rendang, semur, atau gulai. Tapi hari inipun harga daging ayam naik meroket. Jadi sayapun sudah semakin binggung" katanya.

Ia mengatakan kebanyakan menu masakan yang ia jual hari ini adalah ikan dan daging sapi. Sedangkan untuk menu ayam dia menjual ayam kalasan yang bisa dimasak dengan ukuran yang berbeda.

"Semogalah harga bahan-bahan makanan ini bisa segera kembali normal. Kalau begini terus omzet rumah makan pun terus berkurang," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved