Jalan Lintas Sumatera Wilayah Tobasa Kupak-kapik, Kecelakaan Kerap Terjadi

Sintong Sitorus (32), Warga Lumban Julu mengatakan lubang-lubang menganga itu sudah ada sejak 2018 dan tidak ada diperbaiki.

Jalan Lintas Sumatera Wilayah Tobasa Kupak-kapik, Kecelakaan Kerap Terjadi
TRIBUN MEDAN/HO
Para pengendara bermanuver menghindari lobang-lobang menganga di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Para pengendara bermanuver menghindari lobang-lobang menganga di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (10/7/2019).

Sintong Sitorus (32), Warga Lumban Julu mengatakan lubang-lubang menganga itu sudah ada sejak 2018 dan tidak ada diperbaiki.

"Padahal sudah dua kalender. Tahun 2018 ke tahun 2019 begitu-begitu saja dan dibiarkan makin parah oleh pihak terksit",ujar Sintong yang sehari-hari berprofesi menyadap getah aren itu.

Terpantau, kendaraan harus mencuri arah agar tidak terjebak di badan jalan yang penuh lubang.

Posisi jalan rusak juga berada di tikungan, sehingga pengendara yang jarang melintas dan tidak tau medannya jalan kerap terjebak dan nyaris berbenturan dengan kendaraan lainnya.

Kerusakan jalan yang cukup parah bahkan mengakibatkan mobil yang melintas membuat bodi mobil bergesek dengan aspal.

Lokasi terparah berada di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir.

Dijelaskan Sintong, kecelakan tunggal maupun non tunggal pun sudah kerap terjadi. Karena ban terjebak, angkutan pun terbalik.

Jantro Nababan, seorang sopir Angkutan Tao Toba Indah Tujuan Medan-Tarutung mengaku kesal dengan Jljalan dipenuhi lubang besar berisi genangan air.

"Kadang kita terjebak, apalagi kalau sedang ramai yang lewat. Bodi mobil sampai tergesek",tuturnya sembari menjalankan kendaraannya pelan-pelan.

Atas hal itu, dia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat segeda memperbaiki jalan yang telah dibiarkan rusak menahun itu. Hal lain yang menurut ya perlu yakni minimnya lampu jalan.

Menyikapi hal ini, Candrow Manurung melalui media berharap Pemerintah Provinsi dapat memperbaiki lubang jalan. Candrow mengaku seharusnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara jeli.

Menurutnya, bila terus dibiarkan maka taruhannya korban jiwa yang mati sia-sia akibat kelalaian pemerintah.

"Kenapa jalan lintas Sumatera di Kabupaten Tobasa dibiarkan sampai saat ini, apa karena suara bapak Gubernur tidak signifikan di Tobasa atau karna Bupati Tobasa yang tidak mampu melobby?," kesalnya.

(Jun- tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved