Pedagang Daging di Pasar Kota Medan Wajib Pasang Tanda dari Rumah Potong Hewan Medan

Sinuraya mengatakan, pedagang daging sapi dan kambing harus mengambil daging dari RPH.

Pedagang Daging di Pasar Kota Medan Wajib Pasang Tanda dari Rumah Potong Hewan Medan
Tribun Medan/Nanda Rizka Nasution
Pelaksana tugas (Plt) PD RPH Kota Medan Ainal Mardiah didampingi Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya saat memberikan Kota Medan, memasang pelat dan spanduk dari RPH Kota Medan di kios pedagang daging di Pasar petisah, Medan, Rabu (10/7/2019 ). 

TRIBUN-MEDAN.com - PD Pasar Kota Medan dan PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan memperbarui nota kesepahaman tentang kerjasama pengawasan daging hewan yang dipotong di RPH Medan dan dipasok ke pasar di Kota Medan, Rabu (10/7/2019).

Nantinya, kios pedagang daging di Pasar Petisah wajib memasang pelat dan spanduk dari RPH Kota Medan. untuk menyatakan daging yang dijual berasal dari rumah potong hewan plat merah itu.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PD RPH Kota Medan Ainal Mardiah didampingi Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban dan pengawasan untuk seluruh pasar di wilayah Perusahaan Dasar (PD) Kota Medan.

"Makanya, kami melakukan Memorandum of Understanding (MoU) agar keduanya, perusahaan daerah, sama-sama melakukan pengawasan agar kita mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), kata Plt Direktur Umum Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan," ungkap Ainal.

Ia mengungkapkan, RPH Kota Medan adalah satu-satuya rumah potong yang mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Umum Indonesia (MUI) Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Ainal juga mengatakan, terkait MoU dengan PD Pasar, seluruh pedagang daging sapi dan kambing dalam waktu dekat akan dirazia untuk mengetahui mana yang belum memiliki label dari RPH Kota Medan.

Sinuraya mengatakan, pedagang daging sapi dan kambing harus mengambil daging dari RPH.

"Harus mengambil dari PD RPH Kota Medan untuk menghindari adanya daging yang halal, tetapi tidak sehat. Kami sarankan pedagang yang ada untuk mengambil dagingnya dari PD RPH Kota Medan," katanya.

Jika tidak, pedagang akan dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan, bukan hanya kepada para pedagang yang belum menggunakan label dari RPH Kota Medan. Tetapi, ada ketegasan bagi mereka yang sudah memiliki label, tetapi mencampurkan dagingnya dari rumah potong lain.

"Ada di perundangan. Pengawasan oleh kami. Dari mereka (pedagang) berapa yang mereka konsumsi. Jangan nanti ada yang mencampur dengan daging dari RPH dan akhirnya masyarakat Kota Medan yang merasakan efeknya. Kenapa tidak sehat ternyata ada pengoplosan. Makanya kita terus melakukan pengawasan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved