Tribun Wiki

Pokat Kocok Simpang Glugur Buk Iyah, Kuliner Khas Tiga Generasi

Apabila akhir pekan Pokat Kocok Buk Iyah bisa sampai menghabiskan 150 kilogram buah alpukat.

Pokat Kocok Simpang Glugur Buk Iyah, Kuliner Khas Tiga Generasi
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Pokat kocok Buk Iyah di simpang Glugur Kota, Jalan KL Yos Sudarso No.21 K, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Kuliner di Kota Medan memang membuat  lidah pecinta kuliner ketagihan.

Salah satu kuliner yang terkenal ialah Pokat Kocok Buk Iyah di Simpang Glugur Kota, Jalan KL Yos Sudarso No.21 K, Kota Medan. 

Pokat Kocok yang sudah berdiri sejak tahun 1968 ini juga merupakan penjual pokat kocok pertama di Kota Medan. Usaha pokat kocok ini berawal dari gerobak becak di bawah pohon rimbun simpang Glugur Medan.

Ibu Iyah merupakan generasi kedua yang berjualan pokat kocok di Simpang Glugur. Sebelum Ibu Iyah, orang tuanya yang berjualan Pokat Kocok. Sekarang, usaha diteruskan oleh anaknya Imran sebagai generasi ketiga.

Kemudian, sekarang juga tempat berjualannya sudah berbeda dengan yang dahulu. Tempat sekarang sudah berbentuk semi ruko dan masih tetap memakai gerobak becak sebagai tempat pajangan pokatnya.

Pokat kocok adalah daging buah alpukat yang dikocok di dalam gelas dan diberi santan kelapa, susu, gula aren, serta dilumuri es salju. Untuk harga, pokat kocok sangat terjangkau. Pengunjung hanya merogoh kocek Rp12 ribuan saja.

Alpukat kocok
Alpukat kocok (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Selain menu pokat kocok, di tempat ini tersedia juga es campur, dengan harga Rp8 ribuan serta mi sop dan sate padang. Pokat Kocok Bu Iyah ini buka setiap hari pukul 11.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Kemudian, Pokat Kocok Bu Iyah berjualan setiap harinya menghabiskan buah alpukat sekitar kurang lebih 100 kilogram. Apabila akhir pekan mereka bisa sampai menghabiskan 150 kilogram buah alpukat.

Namun, apabila musim penghujan datang maka pengunjung pun berkurang untuk menikmati Pokat Kocok Bu Iyah.

Pokat Kocok Bu Iyah ini juga sering dikunjungi turis-turis dari manca negara. Baik itu dari Malaysia, Singapura, Thailand, India, Bangladesh, dan negara lainnya.

Tak hanya itu saja, Pokat Kocok Bu Iyah ini juga sering diliput oleh media televisi, dan cetak serta online. (cr22/tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved