Pria Korsel Ini Membelot ke Korut karena Permintaan Orangtua

Diyakini dia sempat ke Beijing, China, dan baru terbang ke Korut setelah mendapatkan visa permukimannya.

Pria Korsel Ini Membelot ke Korut karena Permintaan Orangtua
uriminzokkiri.com via BBC
Choe In-guk yang berasal dari Korea Selatan (Korsel) ketika memutuskan membelot ke Korea Utara (Korut) pekan lalu. Keputusannya merupakan peristiwa langka karena biasanya, justru orang Korut yang berpindah ke Korsel. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria Korea Selatan ( Korsel) yang memutuskan membelot ke Korea Utara ( Korut) mengaku melakukannya karena mengikuti orangtua.

Dalam sebuah aksi yang langka, Choe In Guk mengumumkan dia memilih untuk hidup di negara yang sangat tertutup itu, dan berusaha menyatukan kembali dua Korea.

Media Korut mempublikasikan momen ketika Choe tiba di Bandara Pyongyang Sabtu pekan lalu (6/7/2019), dan mendapat sambutan bunga setelah bertemu pejabat setempat.

Dilansir Daily Mirror Selasa (9/7/2019), diyakini dia sempat ke Beijing, China, dan baru terbang ke Korut setelah mendapatkan visa permukimannya.

Pemerintah Korsel mengharuskan setiap warganya mendapat izin khusus untuk melintasi perbatasan Korut. Sesuatu yang tidak diminta secara resmi oleh Choe.

"Saya memutuskan tinggal dan mengikuti negara yang saya syukuri adalah jalan melindungi permintaan yang ditinggalkan orangtua saya," tutur Choe.

"Jadi, saya memutuskan menetap secara permanen di Korut meski sudah terlambat," imbuh pria berusia 73 tahun itu sebagaimana diberitakan situs Uriminzokkiri.

Langkah Choe untuk berpindah kewarganegaraan ke Korut merupakan upaya propaganda besar negara komunis yang saat ini dihantam sanksi ekonomi dan kekurangan makanan.

Adapun Choe merupakan putra dari Choe Dok Shin, mantan jenderal yang berperang dalam Perang Korea dan pernah menjabat sebagai menteri luar negeri di era Presiden Park Chung-hee.

Pada 1976, Choe senior memilih pindah ke Amerika Serikat (AS) bersama istrinya Ryu Mi Yong setelah hubungannya dengan pemerintahan Park dikabarkan memburuk.

Kemudian pada 1986, mereka memutuskan mengucapkan sumpah setia menjadi warga Korut, dan menjadi figur penting Korsel yang memilih tinggal di sana.

Selain kisah ini, sedikit sekali yang diketahui tentang Choe Senior. Namun, Choe mengklaim hidupnya sulit setelah dilabeli sebagai "anak pengkhianat".

Berdasarkan pemberitaan media setempat, keputusan itu merupakan kejadian langka karena yang selama ini diketahui publik adalah warga Korut yang membelot ke Korsel.

Pemerintah Korsel mencatat, lebih dari 30.000 orang melarikan diri sejak Perang Korea 1950-1953 demi menghindari penindasan dan kemiskinan di Korut.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria Korsel Ini Lakukan Aksi Langka Membelot ke Korut karena Permintaan Orangtua"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved