Rapat Paripurna LPjP Langgar Aturan, Pimpinan DPRD Sumut Disebut Merendahkan Marwah DPRD Sumut

rapat paripurna tersebut dijalankan tanpa kehadiran penuh anggota dewan atau tidak kuorum. Kemudian, rapat tersebut hanya dipimpin oleh dua pimpinan.

Rapat Paripurna LPjP Langgar Aturan, Pimpinan DPRD Sumut Disebut Merendahkan Marwah DPRD Sumut
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Anggota dewan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara di antara bangku yang kosong di DPRD Sumut, Medan, Selasa (9/7/2019). Dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut itu dilakukan pengambilan keputusan terhadap raperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) APBD Provinsi Sumut TA 2018 dan laporan hasil sinkronisasi badan anggaran DPRD sumut dengan pejabat yang ditunjuk oleh Gubernur Sumut. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara menaruh curiga atas Rapat Paripurna Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksana (LPjP) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2018.

Sebab, rapat paripurna tersebut dijalankan tanpa kehadiran penuh anggota dewan atau tidak kuorum. Kemudian, rapat tersebut hanya dipimpin oleh dua pimpinan DPRD Sumut

Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga menilai bahwa pimpinan dewan telah melanggar tata tertib proses rapat. Apalagi, penandatangan LPjP TA 2018 dilakukan tanpa melihat kuorum atau tidak.

"Kita menduga pimpinan telah menabrak tatib DPRD. LPjP ditanda Tanganin Pimpinan Dewan Tampa Kourum nya dewan pada saat Paripurna," kata anggota Banggae DPRD Sumut ini, Rabu (10/9/2019).

Dirinya menilai, bahwa pelaksanaan rapat istimewa tersebut dilaksanakan tanpa melihat proses hukum.

"Hal ini sangat dikwatirkan, sebab pengesahan dan Penandatanganan keputusan Bersama antara DPRD Sumut dengan Gubernur terhadap LPJP APBD 2018 dikhawatirkan akan cacat hukum," kata Zeira Salim.

Penandatangan LPjP TA 2018 ini, kata dia, seharusnya dapat ditandatangani apabila melihat jumlah kehadiran dewan dan pimpinan minim.

"Sebab Pengambilan Keputusan tersebut harus kuorum sebgai pemenuhan syarat untuk dilanjutkannya Sidang Paripurna LPjP," ujarnya.

Zeira mengatakan, bahwa pimpinan dewan saat rapat dipimpin oleh Aduhot Simamora dan Ruben Tarigan telah mengabaikan masukan para anggota.

"Namun hal tersebut diabaikan pimpinan dengan mengabaikan interupsi dari anggota DPRD yang lain," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved