Relawan Indonesia Kerja Usulkan Calon Meneg BUMN yang Berkomitmen Memajukan Laut

Menteri BUMN mendatang, ujar Sahat, haruslah sosok yang ingin memajukan usaha dan industri perikanan nasional yang bersifat perintisan maupun strategi

Relawan Indonesia Kerja Usulkan Calon Meneg BUMN yang Berkomitmen Memajukan Laut
Dok. pribadi
Sahat Simatupang berdiri paling kanan bersama aktivis 98 Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Pasca penetapan pasangan calon terpilih presiden dan wakil presiden Indonesia 2019 - 2024 Ir. Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, partai politik dan kelompok relawan pendukung mulai ambil ancang-ancang menyodorkan kader terbaiknya untuk jabatan menteri. Salah satu pos kementerian yang menjadi incaran partai adalah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wajar saja Kementerian BUMN menjadi incaran karena dianggap strategis. Dengan memiliki saham di 115 perusahaan BUMN dan mengelola uang sebesar Rp 8.092 triliun, maka Kementerian BUMN tidak pernah lepas dari kepentingan politik dan bisnis.Namun meski sarat kepentingan politik dan bisnis, calon menteri BUMN diharapkan sosok yang profesional dan mampu menaikkan performa BUMN menjadi perusahaan berkelas internasional. 

Beberapa nama calon menteri BUMN akhir akhir ini santer disebut layak menggantikan Rini Soemarno. Namun bagaimana pandangan relawan Jokowi?

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Relawan Indonesia Kerja (RIK) Sahat Simatupang menyarankan, presiden Jokowi mulai melakukan seleksi kepada  calon menterinya.  Rekam jejak, profesionalitas dan loyalitas bisa menjadi pertimbangan kepada calon menteri atau pembantu presiden.

Khusus untuk calon menteri BUMN, ujar Sahat, RIK mengusulkan dari kalangan profesional yang mengerti  dan mampu membangun bisnis kelautan dan perikanan.

"BUMN sektor perikanan diharapkan ikut mendukung industri perikanan nasional,  memperbaiki distribusi dan logistik hasil perikanan dan pada gilirannya memberikan devisa bagi negara," kata Sahat Simatupang, Rabu (10/7/2019).

Menteri BUMN mendatang, ujar Sahat, haruslah sosok yang ingin memajukan usaha dan industri perikanan nasional yang bersifat perintisan maupun strategis.

"Antara lain dalam bidang operator logistik, meliputi pengadaan, penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi, serta pengelolaan sentra kelautan dan perikanan terpadu," kata Sahat. 

Dewan Pimpinan Pusat RIK, ujar Sahat berkepentingan menyarankan kepada Jokowi agar memilih calon menteri BUMN yang melirik potensi kelautan dan perikanan karena menurut Sahat, potensi tangkap perikanan Indonesia masih sangat besar, demikian pula dengan pengolahan.

"Lost potensi kerugian negara per tahun bisa mencapai US$ 20 miliar atau Rp 240 triliun dari sektor perikanan. Penyebabnya karena BUMN sektor kelautan dan perikanan lemah," ujar Sahat yang juga Ketua Perhimpunan Aktivis 98 Sumatera Utara. 

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved