Virus Flu Singapura Marak di Kota Medan, Ahli Kesehatan Ungkap Cara Penularan

Flu Singapura merupakan penyakit yang menular dan penularannya terjadi melalui udara atau pernafasan sehingga cukup berbahaya

Virus Flu Singapura Marak di Kota Medan, Ahli Kesehatan Ungkap Cara Penularan
TRIBUN MEDAN
Virus flu singapura yang dialami oleh anak-anak yang menimbulkan bintik-bintik merah dan berisi seperti air. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Penyakit Flu Singapura atau yang juga disebut Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang tergolong kepada enterovirus.

Pengamat Kesehatan Sumut, Dr Umar Zein, kepada Tribun, mengatakan, gejala Flu Singapura mirip dengan gejala flu pada umumnya yaitu demam dan tenggorokan sakit.

“Flu Singapura merupakan penyakit yang menular dan penularannya terjadi melalui udara atau pernafasan sehingga cukup berbahaya,” ujarnya, Rabu (10/7/2019).

Ia menjelaskan, tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit Flu Singapura karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus dan jika ada yang terkena penyakit tersebut maka proses pengobatan awalnya bisa dengan meminum obat demam.

“Jika penderitanya adalah anak-anak maka tindakan awalnya adalah anak tersebut jangan keluar rumah atau mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga sembuh karena rentan menular kepada teman-temannya,” jelasnya.

Ia menerangkan, jika timbul gejala-gejala penyakit tersebut maka ada baiknya langsung dibawa ke dokter agar dicek apakah benar mengidap penyakit tersebut atau penyakit yang lain karena banyak penyakit yang gelajanya mirip.

Virus flu singapura yang dialami oleh Dirgantara menimbulkan bintik-bintik merah dan berisi seperti air.
Virus flu singapura yang dialami oleh Dirgantara menimbulkan bintik-bintik merah dan berisi seperti air. (Tribun Medan)

“Tetapi jika sudah timbul ruam-ruam merah pada telapak tangan, kaki dan mulut maka hal tersebut sudah dipastikan cenderung mengarah ke Flu Singapura,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pada anak yang menderita penyakit tersebut maka akan sulit makan dan sulit menelan karena ada rasa nyeri di mulut akibat dari adanya ruam pada selaput lendir di mulut.

“Ruam tersebut umumnya di kaki, tangan dan mulut makanya disebut tangan kaki dan mulut yang ntentunya sangat mengganggu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Flu Singapura tidak berbahaya sampai menyebabkan kematian jika penderita tidak ada komplikasi.

Penyembuhannya hanya dengan istirahat dan minum obat sintomatis maka akan sembuh sendiri.

“Flu Singapura pada umumnya akan satu minggu karena ruam-ruam di tangan dan kaki agak lama hilang,” katanya.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik hingga saat ini belum menerima dan melayani pasien yang mengidap penyakit Flu Singapura.

“Sampai saat ini belum ada pasien tersebut. Dan jikapun ada pastilah akan kita tangani sesuai dengan prosedur,” ujar Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, kepada Tribun, Rabu (10/7/2019).

(pra/tribun-medan. com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved