Bela Penarik Becak yang Digigit Anjing hingga Berujung Penganiayaan, Warga Heboh Unjuk Rasa Simpati

Ratusan orang unjuk rasa, demi mendesak pihak berwajib segera menangkap TW. TW telah berbuat main hakim sendiri.

Bela Penarik Becak yang Digigit Anjing hingga Berujung Penganiayaan, Warga Heboh Unjuk Rasa Simpati
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Diduga korban penganiayaan Andrianto berada di tengah-tengah kerumunan warga di seputaran rumah TW, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Seorang tukang becak, Andrianto diduga menjadi korban penganiayaan ketika menuntut keadilan, pasca digigit anjing milik TW. Warga seputaran Jalan Kutab, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Langkat geram atas kelakuan sewenang-wenang pemilik anjing, TW dengan mendatangi rumahnya, di simpang tiga Jalan Kutab Stabat, Kamis malam (11/7/2019)

Ratusan orang unjuk rasa, demi mendesak pihak berwajib segera menangkap TW. TW telah berbuat main hakim sendiri, diduga memukuli Penarik Becak, Adrianto warga Psr XII Trans, Kecamatan Secanggan, Langkat.

Warga Stabat sempat terjadi keriuhan malan hari. Ditengarai ketika Adrianto mendatangi kediaman TW untuk menuntut biaya perobatan. Adrianto mengalami luka-luka pada Desember 2018 silam, setelah digigit anjing milik TW.

"Aku cuma mau menuntut hak ku, biaya perobatan, karena Desember lalu aku luka-luka digigit anjingnya. Magrib tadi aku datang ke rumah dia (TW). Bukannya bertanggungjawab, malah aku dipukuli bang. Aku dikeroyoknya sama kawannya," ungkap Andrianto di RS Surya Stabat.

Mendengar Penarik Becak dianiaya, ratusan orang yang berunjuk rasa memadati simpang tiga Jalan Kutab Stabat. Mereka menuntut polisi agar menangkap TW dan memberi keadilan pada orang lemah.

"Jangan suka-suka dia mukuli orang pribumi. Stabat ini gak pernah rusuh. Jangan gara-gara kejadian ini jadi keruh Stabat ini," teriak warga dari dalam kerumunan.

Warga lain bilang, Andrianto sempat datang ke rumah TW dan merusak mobil yang ada di parkiran rumah TW. Saat itu lah, TW dan teman-temannya mengeroyok Andrianto hingga babak belur.

"Ada kami lihat dia datang sendiri ke rumah itu. Dipukulnya kaca mobii Pajero Sport dan Innova di rumah itu sampai pecah kacanya. Gak lama kemudian pemilik rumah dan kawan-kawannya keluar menghajar dia (Andrianto)" kata warga setempat.

Kanit Pidum Polres Langkat, Iptu Bram Chandra terlihat bernegosiasi dengan warga yang berunjuk rasa. Bram pun berupaya menenangkat amarah warga yang tersulut emosi.

"Apa masalahnya ini?Saya minta agar kalian jangan anarkis. Hanya salah faham aja ini. Kalau terjadi keributan, siapa yang mau bertanggungjawab," ujar Iptu Bram.

Emosi warga memuncak saat TW akhirnya diboyong petugas ke Mapolres Langkat sekitar pukul 20.30 WIB. Mereka berteriak untuk membakar rumah TW.

"Bakar rumahnya! Bakar rumahnya! Jangan gara-gara ini rusuh Stabat ini," teriak warga.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa saat dikonfirmasi via telepon selulernya membenarkan kejadian ini. Katanya, kasus masih dalam proses lebih lanjut, dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat pertikaian.

"Hanya salah faham aja itu bang, sekarang situasi sudah terkendali bang," kata Kasat Reskrim yang belum lama menjabat di Polres Langkat ini.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved