Dituntut 6 Tahun Penjara, Terdakwa Korupsi Materai 6000 Kantor Pos Lemas

Tuntutan yang tinggi tersebut membuat Sri yang mengenakan baju putih dengan jilbab bunga biru ini tampak langsung lesu dan tertunduk

Dituntut 6 Tahun Penjara, Terdakwa Korupsi Materai 6000 Kantor Pos Lemas
TRIBUN MEDAN / ViCTORY ARRIVAL
Sri Hartati Susilawati (49), terdakwa kasus korupsi materai 6000 hanya terdiam saat dituntut penjara 6 tahun PN Medan, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa korupsi materai 6.000 senilai Rp 2.094.000.000 di Kantor Pos Medan, Sri Hartati Susilawati (49) hanya terdiam saat dituntut penjara 6 tahun PN Medan, Kamis (11/7/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tommy yang menggantikan Sarjani Sianturi menuntut terdakwa dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan dengan mengganti Uang Pengganti (UP) 2,094 miliar dan apabila tidak dibayarkan diganti kurungan 6 bulan.

Tuntutan yang tinggi tersebut membuat Sri yang mengenakan baju putih dengan jilbab bunga biru ini tampak langsung lesu dan tertunduk dengan tatapan kosong.

Jaksa juga mengungkapkan hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan merasahkan masyarakat dan merugikan keuangan negara.

"Hal yang meringankan karena terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan," ungkap JPU Tommy.

Seusai persidangan, Sri tidak sama sekali memberikan statement dan hanya jalan melalui awak media.

Sementara kuasa hukum terdakwa dari LBH Menara Keadilan, Sri Wahyuni bahwa kesempatan kliennya melakukan korupsi sangat besar sehingga membuatnya terlena.

"Langkah kita ya pasti pledoi, karena tugas dia bukan tupoksi dia memegang uang, karena ada pembiaran dari manajer keuangan ada kesempatan korupsi tadi.

Jadi memang sudah terbukti, adanya kesempatan itu besar makanya dilakukannya.

Jadi uang itu diserahkan ke dia, bisa-bisa melakukan hal itu, pembiaran sudah lama dan pekerjaan nggak sesuai tupoksi,"

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved