Edy Rahmayadi Minta Camat dan Lurah Jangan Lakukan Pungli saat Relokasi Warga Pinggir Sungai

Sebab, saat ini kota Medan sangat buruk sekali kondisinya, lantaran masih mengalami banjir dan sampah di mana-mana.

Edy Rahmayadi Minta Camat dan Lurah Jangan Lakukan Pungli saat Relokasi Warga Pinggir Sungai
TRIBUN MEDAN
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat memimpin rapat sosialisasi kebersihan dan masalah banjir Kota Medan, di Aula Raja Inal Siregar, lantai dua, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa Kota Medan sudah jauh tertinggal dari Kota Surabaya mengenai tata ruangnya.

Sebab, saat ini kota Medan sangat buruk sekali kondisinya, lantaran masih mengalami banjir dan sampah di mana-mana.

Prihatin dengan kota tempat tinggalnya, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh jajaran Forkompinda bekerja membangun demi mengembalikan nama baik Sumatera Utara.

"Masak kalah sama Risma (Wali Kota Surabaya), dengan menata kota, kalau kalian mau kalah tidak usah dikerjakan. Semuanya harus kerja, terlambat kita sekarang ini," ujar Edy Rahmayadi saat rapat sosialisasi kebersihan dan masalah banjir, di Aula Raja Inal Siregar, lantai dua, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (11/7/2019).

Mantan Pangkostrad ini juga meminta bantuan kepada seluruh jajaran dan masyarakat untuk menata kota Medan lebih baik lagi.

"Mohon bantuannya semua kepada bupati dan wali kota untuk berkerja dan menjalankan tugas, untuk itu kita sama-sama bekerja," ujarnya.

Mengenai banjir yang selalu melanda kota Medan kala hujan, Edy Rahmayadi akan merencanakan perpindahan bagi seluruh warga yang bertempat tinggal di pinggiran sungai.

Sembari menunggu proses relokasi warga, Edy Rahmayadi meminta kepada jajaran untuk menyiapkan lahan untuk kemudian dibangun rumah susun.

"Saya minta direncanakan rumah susun segera kita pindahkan. Kita saling kordinasi semuanya," ungkapnya.

Edy mengatakan, kepada Wali Kota, Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan jangan mencoba-coba melakukan pungutan liar kepada warga saat proses relokasi rumah yang berada di pinggir sungai.

Dirinya menilai, pasti ada yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

"Jangan poklek (menipu) aja, deren (memeras) terus semua. Awak pun diolah, aku ini tukang olah, awak ini tukang ulok kalian ulok pula awak," ungkapnya.

Sebagai Gubernur Sumatera Utara yang pertama kali mau turun tangan menyelamatkan masalah Kota Medan, Edy menyampaikan, pada tahun 2022 warga tidak lagi mengalami kebanjiran.

"Kota Medan ini menjadi kota bersih dan kota bermartabat. Dengan segala bentuk dukukngan saya minta lakukan dengan baik dan direncanakan. Semoga 2022 semua sungai dan sungai tidak akan pernah mengalami banjir lagi," ucapnya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved