GrabCar Airport Gandeng Taksi Konvensional di Bandara Kualanamu

Aplikator angkutan online Grab resmi meluncurkan layanan GrabCar Airport di tujuh Bandara di Indonesia termasuk di Bandara Kualanamu.

GrabCar Airport Gandeng Taksi Konvensional di Bandara Kualanamu
Tribun Medan/Indra Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Sumatera Utara, Eddy Rahmayadi melepas armada pertama yang juga sebagai taxi di Bandara Kualanamu Kamis, (11/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Aplikator angkutan online Grab resmi meluncurkan layanan GrabCar Airport di tujuh Bandara di Indonesia termasuk di Bandara Kualanamu Kamis, (11/7/2019). 

Adapun enam bandara lain yang juga sudah melegalkan pengoperasian Grab yakni Bandara Silangit Kabupaten Tapanuli Utara, Bandara Sultan Badaruddin II Palembang, Bandara Radin Inten II Bandar Lampung, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru dan Bandara Silampari Lubuk Linggau.

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menjelaskan apa yang mereka lakukan ini sebagai bentuk dari komitmen mereka dan AP II untuk memberikan kenyamanan pada pelanggannya.

Ia berpendapat saat ini bentuk layanan sudah sepantasnya dilakukan dan diberikan dalam bentuk digital. Untuk saat ini sudah ada 84 mobil yang siap memberikan pelayanan di Kualanamu.

"Ini beda dengan yang di luar, teknologinya khusus dan namanya teknologi GrabCar Airport. Jadi begitu nanti membuka di aplikasi Grabnya langsung ada pilihan secara spesifik."

"Untuk di Kualanamu sendiri saat ini beroperasi 84 mobil. Saat ini semuanya di KNO masih plat kuning," ujar Ridzki usai melaksanakan kegiatan seremonial peluncuran layanan di Bandara Kualanamu.

Ia membenarkan maksud kendaraan plat kuning yang ia maksud adalah taxi konvensional yang sebelumnya juga ada di bandara.

Disebut ini adalah salah satu program mereka dimana Grab juga dianggap bisa meningkatkan kesejahteraan pemain konvensional. Meski demikian ia menyebut bahwasanya pengemudi-pengemudinya sudah dipilih baik oleh pihak Grab dari segi kualitas maupun secara ketetapan regulasi.

"Karena fokusnya kita kepada keamanan dan kenyamanan penumpang. Saat ini memang jumlahnya masih 84, tentunya kita harapkan ini berkembang secepat mungkin menuju ratusan. Ya, kita lihat perkembangannya apakah nanti kita tambah dari plat kuningnya atau tambah dari plat hitamnya. Ya tentu akan ada upgrade kendaraan, kualitasnyalah. Karena untuk Peraturan Gubernur yang bisa ikut sama kita yang kendaraan usianya di bawah tujuh tahu. Intinya kami rangkul taksi konvensional," kata Ridzki.

Mengenai tarif, lanjut Ridzki berlaku normal seperti di luar dengan fluktuasi. Diakui karena ada biaya-biaya yang mereka keluarkan di Bandara Kualanamu tentu mereka masukkan ke tarifnya, seperti tarif parkir yang memang sudah dimasukkan.

Dirinya menjelaskan selama ini selama ini permintaan pelanggan Grab cukup tinggi dimana-mana. Selain itu mobilitas juga sangat tinggi, bukan hanya dari orang dalam negeri namun juga orang dari luar negeri.

"Turis dan pebisnis-pebisnis inikan kalau datang kunjungan pertamanya airport. Nah sekarang ketika buka aplikasi Grab memudahkan mereka tentunya. Kerjasama kita dengan AP II ini di bidang teknologi dan inovasi kalau untuk bayaran (biaya berkala) tidak ada,"katanya. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved