Pemkab Asahan Gelar Pelatihan TIK Berbasis SKKNI, Diikuti 60 Peserta dari 5 Kabupaten/Kota

Rahmat Hidayat Siregar mengatakan penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam upaya meningkatkan SDM.

Pemkab Asahan Gelar Pelatihan TIK Berbasis SKKNI, Diikuti 60 Peserta dari 5 Kabupaten/Kota
TRIBUN MEDAN/HO/PEMKAB ASAHAN
Kadis Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar (batik hijau) memasangkan tanda peserta kepada salah seorang peserta pelatihan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlangsung di Aula Hotel Sabty Garden, Kisaran, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Pemkab Asahan bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian, Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Medan menggelar pelatihan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sabty Garden, Kisaran melibatkan 60 peserta dari lima kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kota Tanjungbalai, Kota Medan dan Kabupaten Paluta.

Kadis Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar mengatakan penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Ditengah era kemajuan teknologi yang semakin pesat, maka peran pemerintah adalah menyiapkan generasi muda calon angkatan kerja menjadi handal dan siap pakai," kata Rahmat, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi calon tenaga kerja lulusan SMK hingga tamatan diploma yang fokus dibidang TIK.

"Bagi generasi calon angkatan kerja yang mengambil jurusan komputer, multemedia, web programming, Desain Grafis, Practical Office dan Technical Support, tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat. Maksimalkan kesempatan ini," sebutnya.

Apalagi Rahmat menuturkan kebijakan memfasilitasi kegiatan pelatihan dibidang TIK merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 5 tahun 2012 tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

"Saya minta kepada seluruh peserta, agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga seluruh peserta berhasil lulus dan memperoleh sertifikasi SKKNI," ujarnya.

Perwakilan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Abdul Rahman Harahap menjelaskan tujuan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi berbasis SKKNI demi meningkatkan kompetensi tidak hanya untuk Industri Komunikasi Nasional, tetapi juga dapat bersaing di dunia internasional.

"Semoga SDM kita dapat bersaing hingga tingkat internasional," ucapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved