Terdakwa Bandar Sabu di Binjai Emosi saat Dicecar, Sebut Hakim Sok Lugu

Ame terus membela diri, hingga akhirnya hakim ketua meminta kuasa hukum Ame mengingatkan kliennya. Bahkan, sidang sempat diskors.

Terdakwa Bandar Sabu di Binjai Emosi saat Dicecar, Sebut Hakim Sok Lugu
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Terdakwa kasus Suarni alias Ame di Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa bandar sabu, Suarni alias Ame tak mampu menahan emosinya saat sidang di Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (11/7/2019).

Ame Cs bersama dua kurir yang merupakan kaki tangannya, Juna dan Suratman, kerap berdalih dan mengaku dijebak polisi. 

Ame terus berdalih bahwa dia bukan bandar sabusabu. Ia terus membantah tidak ada melakukan perjanjian transaksi sabusabu di TKP penangkapan di rumah kosong.

Dia mengaku tidak pernah mengajak orang untuk bertemu di rumah kosong kompleksnya. Katanya, saat digerebek polisi dia sedang menunggu orang untuk urusan utang.

Dalan sidang yang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Fauzul Hamdi dan hakim anggota Dedi dan David Simare-mare, Ame bersikap tidak sopan, dengan melontarkan kata-kata yang merendahkan majelis hakim.

"Aku udah jelaskan semua. Bapak ini sok lugu," katanya dengan ketusnya kepada hakim Dedi yang mencecarnya terkait kronologi penangkapan, barang bukti berupa plastik bening sabusabu, dan timbangan elektrik.

"Kenapa itu ada timbangan elektrik? Buat apa kamu? Kenapa disimpan dalam lemari baju? Dalam lemari tepatnya di mana kamu simpan? Barang bukti sabusabu dua paket itu punya kamu?" cecar hakim Dedi.

Ame berdalih timbangan elektrik dipakai untuk kerjaannya membuat kue. Disimpan di dalam lemari agar tidak terjangkau tangan anak-anaknya dan akhirnya rusak. Soal plastik bening sabusabu, Ame bilang itu semua bekas sabusabu yang dipakainya.

"Ya, namanya biar enggak terjangkau anak-anak, itu kan timbangan sensitif. Disimpan dalam lemari, di gantungan baju. Plastik itu bekas pake saya selama ini kalau ngedrop," kata Ame.

Ame terus membela diri, hingga akhirnya hakim ketua meminta kuasa hukum Ame mengingatkan kliennya. Bahkan, sidang sempat diskors.

Jaksa mendakwa Suarni alias Ame terduga bandar sabu dengan Dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) ‎Subsider 112 ayat (2). Sedangkan Suratman dan Juna didakwa dengan Dakwaan Primair Pasal 114 ayat (2) Subsidair 112 ayat (2) serta Lebih Subsidair 132.

Diketahui, dari keempat tersangka polisi menyita barang bukti sebanyak 95,69 gram yang dikemas dalam sebungkus plastik besar dan dua paket kecil. Selain itu, polisi juga menyita satu butir pil ekstasi warna hijau, satu timbangan elektrik, dua skop berbahan pipet, 50 plastik klip besar transparan, satu kotak lampu dan satu dompet yang diduga sebagai tempat menyimpan sabu serta unit telepon genggam.

Keempat tersangka diciduk polisi dalam rumah, di Jalan Petai Pasar 2 Cina, Komplek Mahkota Permai, Binjai Utara, Senin (29/10) lalu. Hasil penyidikan polisi, Suarni merupakan bandar atau pemilik narkoba. Sedangkan Pohan (buron) merupakan tangan kanan Suarni. Dua tersangka sisanya yakni Suratman dan Juna merupakan kaki tangan bandar. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved