Tiket Pesawat Turun 50 Persen, Jumlah Penumpang di Bandara Kualanamu Belum Meningkat

Jumlah penumpang sampai dengan saat ini masih terpantau normal pada rata-rata 24 ribu penumpang per hari.

Tiket Pesawat Turun 50 Persen, Jumlah Penumpang di Bandara Kualanamu Belum Meningkat
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga melihat pesawat udara yang akan parkir di Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deliserdang, Sabtu (1/6/2019). harga tiket pesawat mahal, volume penumpang anjlok saat mudik Lebaran 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com-Maskapai penerbangan bertarif rendah (Low-cost carrier/LCC) Citilink Indonesia mengimplementasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia terkait penyesuaian harga tiket pesawat LCC sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) yang diberlakukan mulai hari ini, Kamis (11/07/2019).

Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo mengatakan bahwa Citilink Indonesia memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan dengan lancar. 

"Penyesuaian harga tiket ini sejalan dengan komitmen Citilink Indonesia dalam menyediakan penerbangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan penurunan harga tiket pesawat sebesar 50 persen dari TBA diberlakukan untuk rute-rute tertentu  dengan jadwal penerbangan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Diakuinya pilihan hari ini guna mengikuti arahan dari pemerintah.

Baca: Harga Tiket Pesawat Citilink dan Lion Air Turun Mulai Hari Ini, Ini Daftar Rutenya!

Baca: Harga Tiket Pesawat Maskapai Penerbangan Murah Turun

"Citilink Indonesia akan mengalokasikan 3.348 kursi dengan 62 penerbangan yang akan mengalami penyesuaian harga ini setiap harinya," kata Juliandra.

Diakuinya, adapun rute-rute yang mengalami penyesuaian harga tiket diantaranya adalah rute Jakarta – Medan pp, Jakarta – Yogyakarta pp, Makassar – Surabaya pp, Jakarta – Denpasar pp, Balikpapan – Denpasar pp, Surabaya – Banjarmasin pp, Jakarta – Solo pp, Jakarta – Malang pp, Batam – Pekanbaru pp, Jakarta – Pangkal Pinang pp, Jakarta – Bengkulu, Kertajati – Pekanbaru, Medan – Yogyakarta dan berbagai rute lainnya.

Juliandra menambahkan bahwa sejalan dengan kebijakan pemerintah, pihaknya akan terus melakukan review atas harga tiket pesawat dan berkolaborasi dengan stakeholders terkait untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam rangka penyediaan penerbangan yang terjangkau bagi masyarakat.

"Walaupun ada penyesuaian harga tiket, kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik sebagai premium LCC kepada seluruh pelanggan," katanya.

Dalam kesempatan berbeda, President Director Sriwijaya Air, Joseph Adriaan Saul mengatakan turunnya harga tiket ini berlaku untuk harga tiket pesawat LCC dan Sriwijaya Air bukan LCC.

"Kebijakan itu masih baru diimplementasikan, kita lihat reaksi pasar saja dulu. Tapi untuk harga tiket Sriwijaya Air tergantung permintaan pasar, terkadang naik, terkadang turun, harga tiket mengikuti mekanisme pasar," ujar Joseph.

Manager of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan berdasarkan dari data angkutan udara, pasca penurunan harga tiket ini, jumlah penumpang sampai dengan saat ini masih terpantau normal pada rata-rata  24 ribu penumpang per hari.

"Sejauh ini jumlah penumpang masih normal, dan belum terjadi kepadatan penumpang. Di Bandara Kualanamu masih terpantau normal pada rata-rata  24 ribu penumpang per hari dan diharapkan akan dapat meningkatkan jumlah penumpang," ucap Wisnu. (nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved