3 Pekerja Tertimpa Batu Besar untuk Proyek Pembangunan Klenteng di Kisaran

Tiga orang pekerja tertimpa material bangunan diduga batu granit berukuran raksasa dari dalam sebuah truk kontainer.

3 Pekerja Tertimpa Batu Besar untuk Proyek Pembangunan Klenteng di Kisaran
Tribun Medan/Mustaqim Indra Jaya
Seorang warga melihat salah satu pecahan diduga batu granit berukuran raksasa yang menimpa tiga pekerja di lokasi pembangunan klenteng, Jalan Panglima Polem, Kisaran pada Kamis (11/7/2019) malam. Batu granit berukuran raksasa yang hendak dipindahkan dari sebuah truk kontainer ke lokasi pembangunan tempat ibadah itu tiba-tiba jatuh dan menimpa pekerja. 

TRIBUN-MEDAN.com - Tiga orang pekerja tertimpa material bangunan diduga batu granit berukuran raksasa dari dalam sebuah truk kontainer.

Peristiwa itu terjadi di sebuah klenteng di Jalan Panglima Polem, Kisaran, Kabupaten Asahan pada Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Seorang saksi mata, Arif menyebutkan peristiwa nahas itu bermula ketika para pekerja hendak memindahkan diduga batu granit berukuran raksasa dari atas truk dengan bantuan crane menuju ke areal tempat ibadah yang tengah dalam tahap pembangunan tersebut.

"Kan awalnya mau dipindahkan tujuh lapis tumpukan keramik yang sudah terikat tali dari kontainer. Begitu ditarik pakai crane, justru keramik yang belum terikat tiba-tiba miring dan langsung jatuh menimpa tiga pekerja," kata Arif di halaman Rumah Sakit Methodist Bintang Kasih, Jalan Cokroaminoto, Kisaran, Kamis malam.

Baca: Ponselnya Dijambret di Kisaran, Pria Ini Kejar dan Tendang Penjambret Sampai Jatuh

Baca: Meninggal Seorang, Jumlah Calon Jamaah Haji Asal Asahan Jadi 400 Orang

Mengetahui rekan-rekannya tertimpa material bangunan tersebut, lantas membuat pekerja lainnya langsung memberikan pertolongan.

Para pekerja yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

"Satu, Mitun parah lukanya, tangannya patah. Kepalanya juga kena. Kenal dia karena kami satu tempat kerjaan.
Dua lagi nggak parah," ungkapnya.

Masih kata Arif, para pekerja yang hendak memindahkan batu granit berukuran raksasa itu, diketahui tengah bekerja lembur di lokasi pembangunan tempat ibadah tersebut

"Dari tengah hari (siang) tadi udah kerja. Ini lembur pindahi keramik," sebutnya

Saat ini, aktifitas pekerjaan di rumah ibadah tersebut langsung terhenti. Tidak ada satu pun pihak bertanggungjawab maupun warga sekitar yang mau memberikan keterangan terkait kronologis kejadian.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, adapun identitas ketiga korban adalah Mitun warga Sei Silau, Muhammad Darwin (39) dan Adek warga kawasan Mutiara Kisaran.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved