Berada di Pinggiran Kota Binjai, Tiga Sekolah Negeri Ini Tidak Laku

Ada tiga SMP Negeri yang belum penuh kelasnya. SMP Negeri 5, SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 10 Kota Binjai

Berada di Pinggiran Kota Binjai, Tiga Sekolah Negeri Ini Tidak Laku
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Kadis Pendidikan Binjai Sri Ulina Ginting (tengah) menemui Kepsek SMP Negeri 5 Abdul Haris membahas kekurangan siswa yang belum memenuhi kuota tujuh kelas, Jumat (12/7/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan akses transportasi menjadi kendala sejumlah SMP Negeri di Binjai belum memenuhi kuota kelas yang tersedia. Tiga SMP Negeri terpaksa memperpanjang hari PPDB.

"Ada tiga SMP Negeri yang belum penuh kelasnya. SMP Negeri 5, SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 10 Kota Binjai. Untuk memenuhi kuota kelas masih diperpanjang, jadi masih ada waktu," kata Kadis Pendidikan Binjai, Sri Ulina Ginting di SMP Negeri 5 Binjai, Jumat (12/7/2019)

Tiga SMP Negeri ini bisa dikategorikan SMP di pinggiran, yakni SMP Negeri 5 Binjai di Kelurahan Limau Sundai, SMP Negeri 8 Jalan Gunung Karang Raya Binjai Estate, SMP Negeri 10 di Jalan Rambutan Binjai Estate. SMP Negeri ada tujuh kelas, SMP 8 ada sembilan kelas, sedangkan SMP Negeri 10 ada sembilan kelas.

"Karena ada siatem zonasi ini, jadi orangtua lebih pilih jatah sekolah yang dekat dengan rumah, dan melihat akses transportasi agar lebih ekonomis. Beberapa sekolah, termasuk SMP Negeri 5 Binjai terkendala karena belum dilalui angkutan umum, atau Bus Trans Binjai seperti di sekolah lain," katanya.

Lokasi SMP Negeri 5 Binjai berada jauh dari akses jalan raya, dan belum dilalui bus Trans Binjai yang disediakan pemerintahan setempat. Untuk ini, Dinas Pendidikan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar jalur Trans Binjai diadakan ke SMP yang berada jauh dari jalan raya.

Kepsek SMP Negeri 5 Binjai, Abdul Haris mengakui bahwa saat ini sejumlah gedung sekolah dan fasilitasnya belum mendapat pemerataan pembangunan. Selain kurang perhatian, sejumlah bantuan pembangunan hanya diberikan di SMP Negeri favorit.

"Lihatlah bangunan SMP Negeri belum rata pembangunannya, bisa dibilang kalah dengan SMP Swasta yang gedungnya bisa bertingkat-tingkat. Di kampung gini berat lah karena sistem zonasi, bisa dibilang masalah strategis lokasi. Secara zonasi itu perlu lebih diutamakan pemerataan zonasi kualitas SDM gurunya, dan kualitas gedung sekolah, jadi yang di pinggiran kota tidak perlu jauh-jauh cari SMP favorit. Jadi bisa dibilang sistem zonasi pusat ini belum tepat di daerah-daerah," katanya.

"Banyak juga orang tua lebih masukkan anaknya ke sekolah swasta berbasis agama mungkin takut anaknya gimana, apalagi zaman sekarang ada bahaya narkoba, jadi biar lebih fokus pelajaran agama Islam misalnya," Kadis Pendidikan menambahi.

Diketahui ada fasilitas kelas yang jumlah beragam di 15 SMP Kota Binjai. Dimana ada target per ruang kelas akan diisi 32 murid.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved