Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Tanjungbalai, BNN Klaim Selamatkan 3,5 Juta Orang

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebesar Rp2,5 miliar.

Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Tanjungbalai, BNN Klaim Selamatkan 3,5 Juta Orang
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
BNN saat ungkap kasus penyelundupan 81 kg sabu dan 102 ribu butir pil ekstasi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebesar Rp2,5 miliar. Ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan barang bukti empat ban dalam mobil yang berisi narkotika.

Narkotika yang diamankan adalah golongan I jenis sabu sebanyak 70 bungkus dengan berat 81.862,6 gram, ekstasi 20 bungkus dengan jumlah 102,657 butir, pada 2 Juli 2019 lalu.

Dalam penangkapan itu, diamankan para tersangka di antaranya Adi Putra, Ardiansyah, Fadli, Hanafi, Amirudin, Zul AB, Nazarudin. dan Tarmizi.

Direktur TPPU BNN Brigjen Bahagia Dachi mengatakan bahwa jaringan ini unik karena melibatkan keluarga, yaitu ketiga istri, anak dan menantu.

"Jadi uang ini akan diputar lagi untuk membeli barang-barang. Makanya kita miskinkan. Kalau tidak kita miskinkan, maka mereka akan terus memutar uang untuk membeli barang-barang haram lagi," kata Dachi di Kantor BNNP Sumut, Jumat (12/7/2019).

Bahagia Dachi menjelaskan bahwa pihaknya akan terus menyita harta baik bergerak maupun tidak bergerak termasuk rekening-rekening yang terkait dengan tersangka maupun transfer layering atau upaya untuk mentransfer harta kekayaan yang berasal dari tindak pidana yang telah berhasil ditempatkan pada Penyedia Jasa Keuangan terutama bank, sebagai hasil upaya penempatan ke penyedia jasa keuangan yang lain. Sebagai contoh adalah dengan melakukan beberapa kali transaksi atau transfer dana.

"Menurut informasi jaringan ini sudah menyelundupkan narkotika sebanyak tiga kali, tapi kita tidak percaya. Kita akan mencari fakta untuk mengungkapnya," ujarnya.

Dachi menambahkan kasus ini akan terus berkembang pengungkapannya. Karena mereka juga melibatkan masyarakat kecil seperti nelayan.

"Nelayan mungkin berpikir dari pada saya nangkap ikan tidak dapat, bagus ini lebih cepat," katanya.

Menambahi pernyataan Dachi, Ka Biro Humas Protokol BNN RI Brigjen Sulistyo Pudjo mengaku dari pengungkapan ini pihaknya bisa menyelamatkan banyak masyarakat Indonesia.

"Ini dari sekali transaksi saja, Alhamdulillah kita bisa menyelamatkan 3,5 juta rakyat Indonesia," beber Pudjo.

Dalam pengungkapan TPPU, BNN berhasil menyita uang cash sebanyak Rp 2,5 miliar dan 10 unit mobil yang di beli rata-rata tahun ini dan tahun kemarin. Uang sebanyak itu, didapatkan tersangka hanya dalam beberapa bulan saja.

"Kami akan terus cari aset-aset ini dan tak menutup kemungkinan menyelidiki keterlibatan ketiga istri Tarmizi. Apakah istri-istrinya pasif atau aktif dalam TPPU," tutur Dachi.

"Karena tersangka sangat berani gunakan jaringan keluarga. Tapi kabar baiknya, hal itu membuat kami lebih mudah mengungkap kasus ini," jelas Dachi.(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved