KRONOLOGI LENGKAP Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Rincian Uang Dolar, Barang Bukti Suap

KRONOLOGI LENGKAP Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Rincian Uang Dolar, Barang Bukti Suap

KRONOLOGI LENGKAP Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Rincian Uang Dolar, Barang Bukti Suap
dok/Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
KRONOLOGI LENGKAP Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Rincian Uang Dolar, Barang Bukti Suap 

TRIBUN-MEDAN.COM - KRONOLOGI LENGKAP Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Rincian Uang Dolar, Barang Bukti Suap.

//

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK)Basaria Panjaitan menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan ( OTT) yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Rabu (10/7/2019) silam.

Baca: Orangtua Rey Utami Kaget, Gak Menyangka Putri Jadi Tersangka, Kini Masuk Penjara Bersama Suami Pablo

Baca: Begini Kronologi Irma Fitriani (24) Dibakar Hidup-hidup oleh Mantan Pacarnya Berinisial IA (24)

"Tim KPK menerima informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan dan diketahui adanya dugaan penyerahan uang, tim KPK mengamankan ABK (Abu Bakar), swasta, di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang sekitar pukul 13.30 WIB," kata Basaria dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019) malam.

Baca: Orangtua Rey Utami Kaget, Gak Menyangka Putri Jadi Tersangka, Kini Masuk Penjara Bersama Suami Pablo

Baca: Daftar 10 Universitas Swasta Terbaik di Jawa, Berdasarkan 100 PT Terbaik Menurut Kemenristekdikti

Kemudian tim lain mengamankan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Budi Hartono pada waktu yang sama saat ia keluar dari area pelabuhan tersebut.

"Dari tangan BUH (Budi), KPK mengamankan uang sejumlah 6.000 dollar Singapura. Setelah itu, KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjungpinang, untuk pemeriksaan lanjutan," kata Basaria.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama jubir Febri Diansyah (kiri), menggelar konferensi pers tentang operasi tangkap tangan terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019  di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Selain mengamankan barang bukti berupa uang, KPK juga menetapkan empat orang sebagai tersangka yaitu Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono dan pihak swasta Abu Bakar.   ANTARA FOTO/Reno Esnir/nz.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama jubir Febri Diansyah (kiri), menggelar konferensi pers tentang operasi tangkap tangan terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Selain mengamankan barang bukti berupa uang, KPK juga menetapkan empat orang sebagai tersangka yaitu Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono dan pihak swasta Abu Bakar. ANTARA FOTO/Reno Esnir/nz.(ANTARA FOTO/RENO)
Di Kepolisian Resor Tanjungpinang, tim KPK meminta 2 orang staf DKP Kepri berinisial MSL dan ARA untuk datang ke Polres untuk dimintai keterangan.
Dua orang tersebut hadir sekitar pukul 18.30 WIB.

Secara paralel, tim mengamankan Nurdin Basirun di rumah dinasnya di daerah Tanjungpinang pada pukul 19.30 WIB.

Baca: Orangtua Rey Utami Kaget, Gak Menyangka Putri Jadi Tersangka, Kini Masuk Penjara Bersama Suami Pablo

"Di sana, tim KPK juga mengamankan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepri berinisial NWN yang tengah berada di rumah dinas Gubernur.

Dari sebuah tas di rumah NBA, KPK mengamankan uang," kata Basaria.

Rinciannya, 43.942 dollar Singapura, 5.303 dollar Amerika Serikat, 5 euro, 407 ringgit Malaysia, 500 riyal Arab Saudi dan Rp 132.610.000.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved