Kurir 1 Kg Sabu Ini Beberkan Dua Rekannya tak Disidangkan, Hakim Sebut Tak Masalah

Dalam persidangan kasus narkoba 1 Kg sabu yang beragendakan dakwaan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan

Kurir 1 Kg Sabu Ini Beberkan Dua Rekannya tak Disidangkan, Hakim Sebut Tak Masalah
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kurir sabu 1 kg Dodi Hermansyah alias Dodi (41) mengaku dihadapan Majelis Hakim bahwa dirinya bukan sendirian ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Sumut. Hal ini terungkap di persidangan keterangan terdakwa di PN Medan, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kurir sabu 1 kg Dodi Hermansyah alias Dodi (41) mengaku dihadapan Majelis Hakim bahwa dirinya bukan sendirian ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Sumut.

Hal ini terungkap di persidangan keterangan terdakwa di PN Medan, Jumat (12/7/2019) bahwa terdapat dua tersangka lainnya yaitu Zainul dan Ismail.

Dalam persidangan kasus narkoba 1 Kg sabu yang beragendakan dakwaan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan juga menghadirkan dua saksi dari pihak kepolisian.

Awalnya sidang dimulai dengan menghadirkan dua saksi petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumut yang mengatakan menangkap terdakwa dari informasi masyarakat.

"Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pengedaran narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Tanjung Balai dengan menggunakan boat" ucap saksi.

Saksi juga mengatakan bahwa penangkapan terdakwa di Jalan Besar Teluk Nibung tepatnya di Simpang PT. Timur Jaya, namun pada saat penangkapan terdakwa tidak membawa barang sabu tersebut.

"Saat penangkapan kami tidak menemukan barang sabu majelis, disaat kami interogasi, terdakwa mengatakan bahwa sabu tersebut berada tidak jauh dari rumahnya, tepatnya di gudang sebelah rumah terdakwa" ucap saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan.

Lanjut saksi, kami menemukan barang sabu seberat 1000 gram di gudang sebelah rumah terdakwa yang dibungkus plastik dalam kemasan warna kuning keemasan bertuliskan Guanyinwang dan terdakwa juga akan diberikan upah oleh Bos Sen-Sen (DPO) sebesar Rp3 juta untuk mengantarkan sabu tersebut majelis," beber saksi polisi.

Usai pembacaan dakwaan dan menghadirkan dua saksi dari petugas kepolisian, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Dalam pantauan persidangan, warga Desa Sipori-pori Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai tersebut tampak gemetaran dan penuh rasa ketakutan saat majelis hakim mempertanyakan kepada terdakwa terkait penangkapan dan dari mana sabu tersebut diambil serta menanyakan isi kebenaran keterangan terdakwa yang tertuang di BAP.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved