Literasi Nusantara Danau Toba, Ini Pesan Nestor Penulis Skenario Si Doel Anak Sekolahan

"Kalau ingin jadi penulis, tentu wawasan harus banyak dan itu tadi perbanyak membaca"

Literasi Nusantara Danau Toba, Ini Pesan Nestor Penulis Skenario Si Doel Anak Sekolahan
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Nestor Rico Tambunan yang telah banyak melahirkan karya, memberi motivasi kepada peserta literasi Literasi Nusantara Danau Toba di Lopo Hotel Internasional, Tomok, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Jumat (12/7/2019) oleh PT Gramedia Asri. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Nestor Rico Tambunan yang telah banyak melahirkan karya, memberi motivasi kepada peserta literasi Literasi Nusantara Danau Toba di Lopo Hotel Internasional, Tomok, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Jumat (12/7/2019) oleh PT Gramedia Asri. 

Workshop Menulis Kreatif oleh Nestor Rico Tambunan atau yang biasa disebut Nestor Katanya (penulis skenario Si Doel Anak Sekolahan).
 

Menurutnya, dalam workshop dua jam itu, tidakterlalu banyak yang bisa diberikan. Tetapi, bagi orang-orang yang aktif maka akan dapat membedakan karya.
 

Karya kreatif dibedakan menjadi dua macam, satu masuk jenis fiksi dan satu lagi masuk jenis artikel umum yang termasuk sebenarnya ke bagian jurnalistik.
 

"Nah, saya kira mereka harus bisa mengenali itu satu per satu agar mereka bisa mengenali minat mereka kemana, gitu," ujar Nestor.
 

Lalu, kemudian menjelaskan jenis daei tulisan. Peserta juga ada yang bertanya soal teknis melanjutkan tulisan. Contohya bagaimana melanjutkan tulisan yang mengalami kemandekan.

Sesuai yang didapat dari peserta, Nestor menyarankan peserta memperbanyak membaca sehingga semakin mengerti teknik menulis. Menurutnya, semua orang memiliki kemampuan menulis namun tidak dipelihara.
 

"Kalau ingin jadi penulis, tentu wawasan harus banyak dan itu tadi perbanyak membaca," tambahnya.
 

Kemudian, bila ingin menjadi penulis tentu haruslah terus melahirkan karya-karya tulis, meskti hasilnya tidak langsung sebagus yang diharapkan. Jika sudah memiliki determinasi dan antusias maka menukis akan berjalan dengan sendirinya.
 

"Jangan menyerah, terus belajar dan terus menulis. Danjadi penulis tidakharus berprifesi penulis. Profesi lain, jadioenukis juga enggak apa-apa," jelasnya.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved