TERUNGKAP PESAN PENTING Sutopo Purwo (Almarhum) untuk Perokok, Ungkap Iklan Menyesatkan

TERUNGKAP PESAN PENTING Sutopo Purwo (Almarhum) untuk Perokok, Ungkap Iklan Menyesatkan

TERUNGKAP PESAN PENTING Sutopo Purwo (Almarhum) untuk Perokok, Ungkap Iklan Menyesatkan
instagram@sutopopurwo
TERUNGKAP PESAN PENTING Sutopo Purwo (Almarhum) untuk Perokok, Ungkap Iklan Menyesatkan 

TRIBUN-MEDAN.COM - TERUNGKAP PESAN PENTING Sutopo Purwo (Almarhum) untuk Perokok, Ungkap Iklan Menyesatkan.

//

Wafatnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo turut membawa pesan penting tentang bahaya rokok, khususnya bagi perokok pasif.

Baca: Ahok - Prediksi Karier Ahok Seusai Jadi Politisi PDI P, Survei LSI Denny JA dan Tanggapan Mahfud MD

Sutopo Purwo Nugroho
Sutopo Purwo Nugroho (Instagram @sutopopurwo)

Banyak pihak yang kemudian begitu memerhatikan risiko-risiko buruk yang dihadapi para perokok pasif ini hingga membuat tagar #SuaraTanpaRokok pun ramai di dunia maya.

Ya, Sutopo yang asli Boyolali harus berjuang keras melawan kanker paruyang dideritanya selama 1,5 tahun.

Padahal, sebenarnya Sutopo bukanlah perokok. Dirinya hanyalah perokok pasif yang menjadi korban dari para perokok di lingkungan kerjanya.

Baca: BERITA KESEHATAN: Lakukan Rutin Cara Menekan Nafsu Makan Malam Hari, Termasuk Menekan Stres

Baca: TERKUAK PENYESALAN ORANGTUA REY UTAMI, Ngak Dihubungi, Terkini Rey - Suami Pablo Benua Masuk Penjara

"Untuk anak muda, terutama anak-anak, jangan merokok. Tidak ada orang akan menilai, dia akan kelihatan gagah kalau merokok. Seperti iklan-ikan itu, itu sangat menyesatkan. Stoplah merokok. Ingat, bukan Anda, tapi untuk keluarga Anda, istri Anda, suami Anda, anak-anak Anda, dan sebagainya," ucap Sutopo dalam sebuah video yang tersebar luas di internet.

Pesan terakhir Sutopo untuk kita, benar. Asap rokok yang mengudara akan sangat merugikan orang lain di sekitar Anda.

Dalam penjelasan laman resmi American Cancer Society, para perokok pasif sebenarnya menghirup dua jenis asap dari pembakaran tembakau.

Pertama, asap yang dihembuskan perokok aktif. Kedua, jenis asap dari ujung rokok atau cerutu yang memiliki konsentrasi tinggi agen penyebab kanker (karsinogen) dan lebih toksik dibanding asap biasa.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved