News Video

Uang Cash Rp 2,5 miliar Ditumpuk di Meja jadi Sorotan saat Rilis Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang

Uang tunai Rp 2,5 miliar ditumpuk di atas meja sontak menjadi sorotan tamu yang hadir saat penyampaian rilis Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang

Uang Cash Rp 2,5 miliar Ditumpuk di Meja jadi Sorotan saat Rilis Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang
Tribun Medan
Uang tunai Rp 2,5 miliar ditumpuk di atas meja sontak menjadi sorotan tamu yang hadir saat penyampaian rilis Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang di kompleks Kantor BNN Sumut, Jalan Balai Pom, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Uang tunai Rp 2,5 miliar ditumpuk di atas meja sontak menjadi sorotan tamu yang hadir saat penyampaian rilis Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang di kompleks Kantor BNN Sumut, Jalan Balai Pom, Jumat (12/7/2019).

Uang kartal tersebut terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Penjagaan petugas bersenjata pun dilakukan di sekitar lokasi.

Video di lokasi;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Dahnil Anzar Buka-bukaan, Ungkap Alasan Kenapa Habib Rizieq Dimasukkan dalam Syarat Rekonsiliasi

Kisah 30 Prajurit Kopassus Taklukkan Ribuan Pemberontak Kongo, Susuri Lembah Tak Bertuan

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, uang tersebut terdiri dari beberapa ikatan yang merupakan bagian dari barang bukti pidana pencucian uang yang bagian dari tidak pidana narkotika.

Dir TPPU BNN RI Brigjen Bahagia Dachi juga menuturkan, kasus ini menjerat tersangka atasnama Tarmiji dan kawan kawan.

"Memang tidak pernah berhenti jaringan ini. Oleh sebab itu, kami dari Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang BNN terus memantau karena dengan melakukan pengungkapan tindak pidana pencucian uang, istilah kami itu, kita miskinkan mereka, maka mereka akan bisa berhenti," ungkap Brigjen Bahagia Dachi, Jumat (12/7/2019).

Pergerakan dari para tersangka ini cukup besar dan petugas masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang lainnya.

Dari hasil pengungkapan kali ini, petugas berhasil menyita barang bukti uang cash sebanyak Rp 2,5 Miliar, kemudian 10 unit mobil dan aset yang tidak bergerak seperti tempat kos-kosan dan beberapa unit rumah.

Para tersangka ini mengaku baru melakukan perbuatan ini sebanyak tiga kali.

(cr23/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved