Warga Tutup Jalan Besar Hamparan Perak dan Tanam Pohon, Minta Jalan Segera Diperbaiki

Truk-truk yang melintasi jalan rusak tersebut biasanya melintas sejak pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Warga Tutup Jalan Besar Hamparan Perak dan Tanam Pohon, Minta Jalan Segera Diperbaiki
HO
Warga menanam batang pisang di Jalan Raya Hamparan Perak sebagai bentuk protes, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Puluhan warga menutup Jalan Raya Hamparan Perak, Jumat (12/7/2019) sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan itu.

Tidak hanya menutup jalan, para warga yang kebanyakan adalah ibu-ibu itu juga menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak parah.

Aksi blokir jalan yang berlangsung sampai tengah hari ini membuat puluhan bus angkutan kota, truk serta berbagai jenis kendaraan bermotor tidak bisa melintas dan terpaksa mencari jalan alternatif.

Warga setempat, Subari (57) mengatakan, kerusakan jalan besar itu sudah berlangsung hampir setahun belakangan ini dan bahkan sudah banyak pengendara kendaraan bermotor yang terjatuh di jalan yang rusak parah ini.

"Kondisi jalan yang rusak sudah setahun dan belum ada tanda-tanda adanya perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum. Bahkan jalan rusak tersebut acap memakan korban jiwa," ujarnya.

Protes warga di Jalan Hamparan Perak, Jumat (12/7/2019).
Protes warga di Jalan Hamparan Perak, Jumat (12/7/2019). (HO)

Warga lainnya, Ani (40) warga Desa Hamparanperak yang rumahnya berada di pinggir jalan, mengatakan, bahwa seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Hamparanperak sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Sumatera Utara. Namun, hingga sekarang belum ada tanda-tanda perhatian dari instansi terkait yang mengurus infrastruktur ini.

"Seluruh kepala desa di Kecamatan Hamparanperak sudah membuat surat tertulis yang ditujukan kepada Gubsu namun belum ada tanda-tanda untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut," ujarnya.

Warga memblokir ruas jalan raya persis di depan SPBU Dusun VII Desa Hamparanperak.

Akibat pemblokiran tersebut, hampir tiga jam, puluhan truk dan angkutan kota (angkot) serta kendaraan roda dua tidak bisa melintasi jalam raya tersebut.

Salah seorang warga menyebutkan bahwa setiap harinya truk tangki, dump truk dan truk kontainer lainnya melintas bebas di kawasan jalan protokol tersebut apalagi kualitas jalan protokol tersebut tidak mampu menahan tonase truk yang berlebih.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved