Karnaval Perahu Literasi di Danau Toba Ajak Pegiat Literasi Bersatu

Dari acara karnaval perahu ini, tergambar bagaimana sehari-hari Yayasan Alusi Tao Toba menyambangi anak pinggiran Danau Toba.

TRIBUN-MEDAN.com-Anak-anak pinggiran Danau Toba di bawah naungan Yayasan Alusi Tao Toba dan berbagai komunitas rumah belajar lainnya sigap naik ke kapal Belajar Alusi Tao Toba mengikuti Karnaval Perahu Literasi di Lopo Hotel Internasional, Tomok, Danau Toba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (12/7/2019). D

Tiba di dalam kapal, anak-anak membaca buku yang mereka gemari. Beragam buku ilmu pengetahuan bergantian dibaca. Ada buku bacaan anak hingga ilmu sosial dan ilmu pengetahuan alam.

Dari acara karnaval perahu ini, tergambar bagaimana sehari-hari Yayasan Alusi Tao Toba menyambangi anak pinggiran Danau Toba.

Kapal yang dikemudikan Biston Manihuruk itu, sehari-hari harus menghadapi cuaca hingga ombak Danau Toba demi misi ikut membangun bangsa, khususnya di pinggiran Danau Toba.

Dua kapal Belajar Yayasan Alusi Tao Toba didesain sebaik mungkin menjadi perpustakaan mengapung. Selain buku-buku yang tersusun rapi di atas rak, di bagian lantai satu kapal dilengkapi dapur masak untuk dipakai kru saat berlayar mengarungi pinggiran Danau Toba menyambangi anak-anak pedesaan.

Dalam karnaval itu, dua kapal belajar Yayasan Alusi Tao Toba sandar di pinggiran Danau Toba sekitar Tuktuk. Di Bukit Beta Tuktuk, telah berkumpul di pegiat-pegiat literasi beserta anak didiknya.

Beragam corak kebudayaan Batak Toba mereka tampilkan, mulai dari pakaian adat batak ulos serta simbol kebudayaan lainnya. Dan uniknya, ada anak-anak menyiapkan perahu dari karton pada karnaval sembari berpawai. Ini menggambarkan semangat anak-anak Danau Toba pergi ke sekolah melawan derasnya arus hingga ombak danau demi menempuh pendidikan, namun semangat tak pernah surut.

Togu Simorangkir, Pendiri Yayasan Alusi Tao Toba mengatakan, peserta merespon baik karnaval perahu literasi.

Karnaval ini membuat anak-anak dan para pegiat literasi semakin terhubung dan memberi semanagat bagi masyarakat sekitar Danau Toba.

"Pegiat-pegiat literasi jadi semangat. Mari kita sama-sama bergandengan tangan karena literasi bukan untuk sekelompok orang," ujar Togu. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved