Antisipasi Lahar Meluap Lagi, BPBD Rencanakan Jadwal Rutin Normalisasi Jalur Laharan

Sedikitnya lima rumah dan satu bangunan Puskesmas diselimuti lumpur setinggi kurang lebih 50 centimeter.

Antisipasi Lahar Meluap Lagi, BPBD Rencanakan Jadwal Rutin Normalisasi Jalur Laharan
TRIBUN MEDAN/HO/BPBD Karo
Petugas alat berat melakukan pembersihan jalur laharan di kawasan Kecamatan Tiganderket, yang dihantam banjir lahar dingin, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Akibat luapan lahar dingin dari aliran sungai Lau Borus, di kawasan Kecamatan Tiganderket, menyebabkan Desa Kuta Mbaru, diterpa banjir, Rabu (10/7/2019) kemarin malam.

Dari peristiwa tersebut, hingga Kamis (11/7/2019) kemarin, sedikitnya lima rumah dan satu bangunan Puskesmas diselimuti lumpur setinggi kurang lebih 50 centimeter.

Untuk menghindari kembali terjadinya luapan laharan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Peranginangin, mengungkapkan pihaknya akan menerapkan jadwal rutin normalisasi jalur lahar.

Dirinya mengaku, memang sampai saat ini belum ada menerapkan sistem tersebut.

"Kalau kemarin memang air tidak dapat mengalir dengan baik, karena tertutup material. Untuk itu, ke depannya kita akan lakukan jadwal rutin normalisasi jalur laharan," ujar Natanail, Minggu (14/7/2019).

Natanail mengaku, untuk melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya masih terkendala beberapa hal. Seperti pengadaan alat berat yang memang diperuntukkan untuk normalisasi, hingga dana untuk operasional kendaraan dan petugas.

"Ke depan akan kita canangkan, kalau sekarang memang kita masih terkendala dana untuk operasional dan upah petugas," katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Martin Sitepu, setelah diamati di lokasi kejadian kemarin, diketahui jika tanggul penahan arus (sabo dam) yang berada di atas desa tersebut mengalami penyumbatan.

Pasalnya, di aliran sungai tersebut terlihat banyak material berupa batu dan kayu yang cukup besar. Sehingga, volume aliran air yang deras meluap dan membanjiri desa tersebut.

"Tapi karena material yang terbawa oleh hujan kemarin malam berlebihan, sabo dam nya jadi tersumbat. Sehingga air langsung meluap dari sisi sungai sebelah kiri," ujar Martin, belum lama ini.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved