Berkas Banding 4 Tahun Tak Dikirim, Pengadilan Negeri Medan Diadukan ke Bawas MA

Berkas putusan banding Pengadilan Negeri Medan No.81/Pdt.G/2015/PN-Mdn, tanggal 5 Agustus 2015 hingga kini belum juga diproses dan tidak ada kepastian

Berkas Banding 4 Tahun Tak Dikirim, Pengadilan Negeri Medan Diadukan ke Bawas MA
HO
Pengacara, Betman Sitorus. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Pihak advokat dari kantor hukum, Betman Sitorus SH dan Partner, melayangkan surat pengaduan dan keberatan kepada Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung RI, terkait belum dikirimnya berkas banding putusan Pengadilan Negeri Medan yang diajukan oleh Awaluddin kepada Pengadilan Tinggi Medan.

Pasalnya, berkas putusan banding Pengadilan Negeri Medan No.81/Pdt.G/2015/PN-Mdn, tanggal 5 Agustus 2015 hingga kini belum juga diproses dan tidak ada kepastian hukum.

Demikian pengaduan keberatan itu disampaikan Betman Sitorus SH MH, selaku Kuasa Hukum, M Sentosa Sembiring Meliala, kepada awak media, Minggu (14/7/2019).

Menurutnya, perkara perdata Reg No.81/Pdt.G/2015/PN-Mdn, tanggal 5 Agustus 2015 telah diputus Pengadilan Negeri Medan yang diajukan Awaluddin dan kuasa hukumnya selaku pihak penggugat.

Kemudian atas putusan itu mengajukan banding dengan pemberitahuan dan penyerahan memori banding tertanggal 17 September 2015 yang diterima M Sentosa S Meliala selaku pihak tergugat/terbanding.

Selanjutnya, melalui tim kuasa hukum telah mengajukan dan menyerahkan kontra memori banding kepada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan pada Oktober 2015 dan telah menerima dan menandatangani release pemberitahuan memeriksa berkas No.81/Pdt.G/2015/PN-Mdn tersebut.

"Namun kenyataannya berkas banding yang dimohonkan pembanding belum juga dikirim hingga sekarang selama 4 tahun oleh Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan kepada Pengadilan Tinggi Medan untuk diperiksa, diadili, dan diputuskan oleh Majelis Hakim Tinggi PT Medan sesuai hukum acara perdata yang berlaku," katanya.

Betman mengungkapkan, belum dikirimkannya berkas banding membuat kliennnya kecewa dan menyesalkan serta mengalami kerugian, karena tidak mendapat kepastian hukum soal sengketa dua bidang tanah berikut bangunan rumah tempat tinggal permanen di Jalan Jenderal AH Nasution, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Medan Johor.

"Sebenarnya masalah sengketa tanah ini sudah berlarut-larut dan tiga kali menjalani persidangan yang dimenangkan klien kami M Sentosa S Meliala di PN Medan. Namun, pihak penggugat tetap bersikeras melakukan upaya banding dan terakhir berkas banding sampai sekarang belum juga dikirim ke PT Medan," ungkapnya.

Dijelaskan, adapun gugatan yang dimenangkan yakni tiga kali gugatan di PN Medan, dua kali gugatan di Pengadilan Tinggi, dan 2 kali di Mahkamah Agung. Berdasarkan Reg.No.434/Pdt.G/2005/PN-Mdn.
Jo. Reg.No.121/PDT/2008/PT-MDN. Jo. Reg.No.2318K/Pdt/2009.
Reg.No.76/Pdt.G/2011/PN-Mdn
Jo. Reg.No.417/PDT/2011/PT-MDN.
Jo. Reg.No.2032K/Pdt/2012.

"Bahkan surat pernyataan melepaskan Hak Atas Tanah yang dilaporkan oleh Awaluddin (penggugat-red) ke Polrestabes Medan telang hilang dan masuk dalam daftar pencarian barang dengan No.DPB/43/I/2016, tanggal 22 Januari 2016," terang Betman.

Dengan diajukannnya pengaduan ke Bawas Mahkamah Agung RI, Betman berharap agar berkas banding secepatnya diproses.

Tak hanya itu saja Bawas Mahkamah Agung RI juga harus memeriksa pihak-pihak terkait, guna diberikan sanksi yang tegas akibat telah melalaikan tugas dan tanggung jawab sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Dengan adanya pengaduan ini, Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan segera memerintahkan Ketua Pengadilan Negeri Medan untuk mengirimkan berkas banding terhadap putusan PN Medan No.81/Pdt.G/2015/PN-Mdn, tanggal 5 Agustus 2015 kepada Pengadilan Tinggi Medan,"ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved