Dapur Ceta Tawarkan Reseller Frozen Food Kebab

Kebab buatannya dipasarkan di sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Tarutung, Brastagi dan Balige.

Dapur Ceta Tawarkan Reseller Frozen Food Kebab
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Owner Dapur Ceta, Tata Masyitah memegang produk Frozen Food Kebab Ceta. Kebab ayam kari dibanderol Rp 30 ribu per pack. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Kebab adalah makanan khas Turki yang cukup terkenal di Indonesia.

Kebab banyak peminatnya tanpa melihat usia siapapun, dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Rasa khas kebab pun sangatlah unik, hingga membuat makanan ini populer di semua kalangan.

Diakui Owner Dapur Ceta, Tata Masyitah, produk andalannya adalah frozen food kebab ceta.

Ia merintis usaha ini dilatarbelakangi dengan kesukaannya memburu makanan dan hobi memasak.

"Sebelumnya saya reseller kebab frozen dari Jawa Timur, tapi sekarang saya sudah punya usaha sendiri dan bahkan punya reseler juga," ujar Tata, di Jalan Al Iman IV No 4 Pasar 2 Medan, Minggu (14/7/2019).

Ia menjelaskan kebab buatannya dipasarkan di sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Tarutung, Brastagi dan Balige.

"Kebab saya beda dengan yang lain. Saya buat dengan banyak varian rasa jadi lebih menarik dan buat penasaran," ucapnya.

Adapun varian kebabnya antara lain kebab ayam kari dibanderol Rp 30 ribu per pack, kebab ayam lada hitam senilai Rp 30 ribu per pack, kebab ayam mozzarella diharga Rp 35 ribu per pack, kemudian ada kebab sapi teriyaki, dan kebab sapi barbeque senilai Rp 40 ribu per pack.

"Kita ada tiga jenis reseller, yakni reseller biasa diskon 5 ribu per pack (minimal empat pack), reseller premium Rp 650 ribu dapat 23 pack kebab dan free ongkos kirim ditambah free styrofoam (khusus luar Kota Medan atau Sumut). Kemudian, reseller premium Rp 650 ribu dapat 25 pack kebab (khusus Kota Medan) ditambah free ongkos kirim," ujarnya.

Ternyata meskipun terdengar mulus, usaha yang ia rintis tidak lepas dari berbagai kendala yaitu penjualannya diakuinya belum maksimal sampai seluruh daerah di Sumut.

"Omzet rata-rata bisnis ini perbulannya mencapai Rp 10 juta. Target market saya ibu-ibu muda yang mempunyai anak karena target saya untuk jadi bekal anak sekolah. Bagi orangtua yang sibuk dan ingin memberikan cemilan atau bekal yang sehat untuk anak mereka,"ucapnya.

Perempuan kelahiran Medan ini mengatakan saat ini ia sudah punya karyawan tetap dan memproduksi sebanyak 100 pcs perhari. "Target saya ingin memiliki reseller disetiap kecamatan kabupaten di Sumut dan harapan kedepan bisa menguasai pasar Sumatera," ucap Tata.

Diakui Tata, bisnis kuliner termasuk bisnis yang tahan dari krisis selama konsisten menjalaninya. "Bisnis kuliner amat sangat menjanjikan apabila selalu develop produk kita, tidak stagnan di satu atau beberapa varian saja. Agar tetap eksis bertahan, utamanya kita membina banyak mitra atau reseller dengan baik, memberikan diskon, dan gift," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved