Kisah Getir nan Pilu, Bocah Pasha Ditolak di SMP Negeri, Tak Sanggup Bayar Sekolah Swasta

Kisah Getir nan Pilu, Bocah Pasha Ditolak di SMP Negeri, Tak Sanggup Bayar Sekolah Swasta

Kisah Getir nan Pilu, Bocah Pasha Ditolak di SMP Negeri, Tak Sanggup Bayar Sekolah Swasta
Suar.Grid.id
Kisah Getir nan Pilu, Bocah Pasha Ditolak di SMP Negeri, Tak Sanggup Bayar Sekolah Swasta 

Kisah Getir nan Pilu, Bocah Pasha Ditolak di SMP Negeri, Tak Sanggup Bayar Sekolah Swasta

Muhammad Pasha Pratama (12), warga Padukuhan Bulu, RT 05 RW 14, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, harus merasakan kekecewaan. Kekecewaan harus dirasakannya lantaran Pasha tahu namanya tak tercantum di papan pengumuman SMPN 2.

TRIBUN-MEDAN.com - Dampak adanya Sistem Zonasi PPDB 2019, kekecewaan harus dirasakan Muhammad Pasha Pratama.

Pasalnya, nama Pasha tak tercantum di papan pengumuman SMPN 2 Karangmojo, Gunungkidul, DIY.

Muhammad Pasha Pratama (12), warga Padukuhan Bulu, RT 05 RW 14, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, harus merasakan kekecewaan.

Ditambah kondisi keluarganya yang pas-pasan, membuat harapan Pasha untuk melanjutkan sekolah, pupus.

 

Nenek Pasha, Rebi (65), menceritakan, ibu kandung cucunya itu sudah lama meninggal dunia dan ayahnya, Sugeng, mengidap gangguan jiwa.

Sementara itu, Pasha ternyata tak seorang diri.

Romi Kurniawan (12), yang rumahnya tidak jauh dari rumah Pasha, sempat ditolak di SMPN Karangmojo.

Namun, karena kondisi ekonomi keluarganya lebih baik dari Pasha, Romi akhirnya mendaftarkan diri di sekolah swasta.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved