Liga Amatir Medan Super League Resmi Dibuka, 18 Tim Bersaing Rebutkan Piala Menpora

Sebanyak 18 tim amatir bersaing memperebutkan Piala Menpora 2019. Dalam kompetisi ini, Panitia memakai teknologi Video Asisten Referee (VAR).

Liga Amatir Medan Super League Resmi Dibuka, 18 Tim Bersaing Rebutkan Piala Menpora
TRIBUN MEDAN / ILHAM
Peserta berfoto bersama dalam pembukaan Medan Super League di Stadion TD Pardede, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kompetisi sepak bola Liga Amatir Medan Super League (MSL) telah dimulai. Liga Amatir tingkat nasional ini digelar dari 14 Juli hingga November mendatang di Stadion TD Pardede.

Sebanyak 18 tim amatir bersaing memperebutkan Piala Menpora 2019. Dalam kompetisi ini, Panitia memakai teknologi Video Asisten Referee (VAR). Layaknya pertandingan resmi seperti Piala Dunia.

CEO Medan Super League, Rezi Sukma mengatakan kompetisi tersebut digelar sepekan sekali setiap Hari Minggu.

Kemudian, mereka sengaja memakai VAR agar menghindari keributan antar pemain jika mengalami kejadian kontroversial.

"Kompetisi ini memang memakai VAR agar meminimalisir terjadinya kerusuhan. Dengan adanya VAR ini bisa membantu wasit jika ada keputusan yang janggal," ujarnya, Minggu (14/7/2019).

Dari hasil kompetisi ini, lanjut Rezi, tim yang menjadi juara akan memperbutkan hadiah total sebesar Rp 20 juta serta piagam. Kemudian, tim yang juara akan berlanjut untuk berlaga di tingkat nasional.

"Untuk hadiah, totalnya Rp 20 juta udah sama piala dan sebagainya. Setelah itu, yang juara juga nanti ada jenjangnya. Mereka akan berlaga di Indonesia Community Champions League (ICCL). Dia ini seperti Liga Champions lah. Kemudian nanti di wacanakan yang juara Indonesia bisa berlaga di tingkat Asia," ungkapnya.

Pada pembukaan itu, turut hadir Mantan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Pengurus Sihar Sitorus Center, Charles Panjaitan dan Sarluhut Napitupulu, Kadispora Sumut Baharudin Siagian yang juga membuka kompetisi tersebut.

Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian turut mendukung event nasional tersebut meski bertajuk Liga Amatir

"Kita tahu saat saat ini memang sepak bola di Sumut dibilang mati tidak, dibilang hidup ya pasti hidup. Dengan terusnya digelar event-event seperti ini bisa memunculkan pesepak bola seperti Egy Maualana Vikri," ucapnya.

Dalam kesempatan ini Sihar Sitorus Center juga memberikan sumbangan 20 bola kaki kepada panitia pertandingan.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved