Mayjen TNI M.S. Fadhilah Ungkap Suka Duka Memimpin Jajaran TNI Kodam I/Bukit Barisan di Kompas TV

Pangdam I/BB, Fadhilah menceritakan bagaimana suka duka memimpin 29.000 jajaran TNI Kodam I/Bukit Barisan

Mayjen TNI M.S. Fadhilah Ungkap Suka Duka Memimpin Jajaran TNI Kodam I/Bukit Barisan di Kompas TV
ist
Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah saat menjadi Pembina Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kunjungan Kerja Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (6/10/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Program acara legendaris kamera ria yang pernah berjaya di TVRI muncul kembali. Kali ini, Kamera Ria mencoba tampil dengan kemasan baru, menyuguhkan sisi-sisi humanisme tentara nasional Indonesia.

Warna itulah yang tampil dalam tayangan perdana “Semarak Satria” yang akan mulai tayang, Sabtu (13/7/2019) pukul 20.00 di layar Kompas TV. Seperti karakter khasnya selama ini, program acara ini tetap muncul dalam konsep hiburan.

Edisi pertama “Semarak Satria” dibuka dengan penampilan Trio Kartika membawakan lagu “Anganku Anganmu” yang pernah dipopulerkan Raisa dan Isyana Sarasvati.

Trio Kartika terdiri dari dua biduan dan satu pemain saksofon. Ketiganya adalah anggota Persit Kartika Chandra Kirana (persatuan istri tentara) TNI AD, salah satunya Trisasanti Fadhilah, istri Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI M.S. Fadhilah.

Diantara oleh dua pembawa acara, komika Arditya Taqwa Erwandha dan Andrea Lee, acara kemudian masuk ke sesi talkshow menghadirkan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah dan Komandan Pusat Polisi Militer AD Mayjen TNI Rudi Yulianto.

Pada tayangan perdana ini, Kodam I/Bukit Barisan dan Puspom TNI AD menjadi “tuan rumah” Semarak Satria karena bertepatan dengan hari ulang tahun mereka ke-69 dan ke-73.

Acara Kamera Ria Kompas TV
Acara Kamera Ria Kompas TV (HO)

Talkshow dibawakan dengan cair dan mengalir. Fadhilah menceritakan bagaimana suka duka memimpin 29.000 jajaran TNI Kodam I/Bukit Barisan, sementara Rudi mengungkapkan pengalamannya melakukan penegakan hukum di internal TNI AD.

Perbincangan santai ini ditutup dengan pemberian hadiah unik kepada dua pembicara, Rudi yang gemar sepak bola mendapatkan hadiah bola sepak, sementara Fadhilah mendapatkan hadiah foto cucu pertamanya yang baru berusia seminggu.

Berikutnya, tampil para penari Saman yang tak lain adalah anggota-anggota TNI AD yang kemudian dilanjutkan dengan munculnya sosok inspiratif Brigadir Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, Komandan Korem 032/Wirabraja.

Kunto memaparkan temuannya Bios 44, ramuan dekomposer yang berfungsi untuk mengembalikan lahan tanam rusak agar produktif kembali. Sejak membuat Bios 44 tiga tahun lalu, Kunto menerapkannya di 2000an demplot di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved