Napi Anak Tanjung Gusta Berhasil Juarai Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2019

Ia menuturkan bahwa untuk membuat kerajinan tersebut tidaklah sulit tergantung masing-masing anak bisa menangkap.

Napi Anak Tanjung Gusta Berhasil Juarai Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2019
TRIBUN MEDAN / VICTORY
Narapidana Anak sedang mengerjakan karya tangan Handycraft Sel Tahanan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Gusta Medan, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski mendekam di balik jeruji besi, napiradina anak dari LPKA Tanjung Gusta Medan tetap bisa berprestasi di tingkat nasional.

Mereka berhasil menjadi juara kategori handycraft di Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2019 di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta Selatan pada Maret 2019 lalu.

Hal ini disampaikan, Kalapas Anak Tanjung Gusta Medan Sardaiman Purba, Minggu (14/7/2019).

Ia menjelaskan bahwa kerajinan anak-anak berupa anyaman tangan dari sabut kelapa motor harley davidson dan berbagai jenis burung yang berhasil memikat hati para juri.

"Anyaman itu ada beragam seperti tupai, burung, buaya, kalajengking, lalu pepohonan dan aneka otomotif seperti mobil dan harley. Bahkan Maret 2019 dipamerkan di acara Menkumham Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) di Jakarta juga kebetulan juara satu dari kategori handycraft. Yang menang kemarin kebanyakan dibawa burung sama Harleynya meski anak-anak tidak kita bawa hanya kreasinya saja," ungkapnya.

Seorang Narapidana berinisial JS yang menjadi salah satu napi yang menggeluti handycraft ini menyebutkan bahwa dirinya tak menyangka karyanya bersama napi lainnya bisa menang.

"Pastinya enggak menyangka ya bang, karena kami pikir ada yang lebih hebat lagi," cetusnya.

Proses pengerjaan rajinan anyaman dimulai dari mengguntingi serabut kelapa sesuai pola, hingga disatukan sesuai bentuk yang diinginkan.

Setelah pola terbentuk, maka langkah selanjutnya yaitu finishing membuat aksesoris tambahan seperti mata untuk hewan atau lampu untuk kendaraan.

Lalu terakhir yaitu melakukan pemolesan berupa pengecatan sesuai warna yang diinginkan dari pola tersebut.

Ia menuturkan bahwa untuk membuat kerajinan tersebut tidaklah sulit tergantung masing-masing anak bisa menangkap.

"Tergantung orang nya juga kalau cepat nangkap ya cepat pande dia. Jadi ada buku panduannya, jadi tidak terlalu sulit. Yang penting harus mau sabar ngerjainnya dan bisa detail mengerjakan," ungkapnya.

Ia mengaku memiliki tiga rekan yang senantiasa ikut dalam keterampilan tersebut yaitu JR, DS dan FH yang juga memproduksi hasil handycraft yang menjadi juara.

"Kadang-kadang kalau sudah bisa banyak kawan yang bebas, jadi ngulang lagi cari orang lagi, kita rintis lagi. Nah sekarang timnya kami ada berempat," pungkasnya.(*)

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved