Peserta Jaka Dara 2019 Antusias Berinteraksi dengan Kasi Intel Kejari Medan, Program Binmaktum

Kejaksaan Negeri Medan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Medan melaksanakan Penyuluhan Hukum dan Penerangan Hukum

Peserta Jaka Dara 2019 Antusias Berinteraksi dengan Kasi Intel Kejari Medan, Program Binmaktum
TRIBUN MEDAN/HO/Humas Kejari Medan
Penyuluhan Hukum dan Penerangan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMAKTUM) kepada Finalis Jaka Dara Kota Medan, di Garuda Plaza Hotel Kota Medan, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Peserta Jaka Dara Kota Medan tahun 2019 antusias dalam pembekalan dari Kejaksaan Negeri Medan.

Dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 Kejaksaan Negeri Medan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Medan melaksanakan Penyuluhan Hukum dan Penerangan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMAKTUM) kepada Finalis Jaka Dara Kota Medan bertempat di Garuda Plaza Hotel Kota Medan, Minggu (14/7/2019).

Acara dihadiri sekaligus dibuka Walikota Medan diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Medan, Said Chaidir dan Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Medan, Vianti Dewi Nasution.

Peserta tampak antusias pada Penyuluhan Hukum dan Penerangan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMAKTUM) kepada Finalis Jaka Dara Kota Medan, di Garuda Plaza Hotel Kota Medan, Minggu (14/7/2019).
Peserta tampak antusias pada Penyuluhan Hukum dan Penerangan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMAKTUM) kepada Finalis Jaka Dara Kota Medan, di Garuda Plaza Hotel Kota Medan, Minggu (14/7/2019). (TRIBUN MEDAN/HO/Humas Kejari Medan)

Narasumber dalam acara tersebut adalah Kepala Kejaksaan Negeri Medan yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Medan Muhammad Yusuf.

Adapun materi penerangan/penyuluhan hukum adalah UU No. 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan dan UU ITE No.19 tahun 2016 materi tentang Hoaks Menurut Kacamata Hukum dengan peserta 50 orang finalis Jaka Dara Kota Medan.

Peserta sangat antusias mendengarkan dan berinteraksi dalam acara penyuluhan hukum tersebut ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan mengenai materi yang disampaikan.

Narasumber dalam arahannya menyampaikan antara lain agar para finalis Jaka Dara Kota Medan juga bisa sebagai duta informasi yang kredibel anti hoaks dan mengenali hukum untuk menjauhkan hukuman.

Dengan jargon "Saring Sebelum Sharing" terkait materi hoaks menurut kacamata hukum narasumber berpesan agar masyarakat kota Medan khususnya para finalis Jaka Dara tidak sembarangan membagi (sharing) berita yang tidak jelas sumbernya. Terlebih judul (caption) dibumbui dengan kalimat "sebarkanlah", "viralkanlah", tambah Yusuf.

Kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum oleh jajaran Kejaksaan Negeri Medan akan terus dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam penegakan hukum di kota Medan.

(*/Tribun-Medan.com)

Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved