Rayakan Runtuhnya Bastille Prancis, Alliance Fran¢aise Medan Gelar Berbagai Acara

Alliance Fran¢aise Medan, juga ikut serta merayakan Fete Nationale dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik

Rayakan Runtuhnya Bastille Prancis, Alliance Fran¢aise Medan Gelar Berbagai Acara
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Direktur Alliance Fran¢aise Medan, Chole Graniou, berfoto bersama para pemenang perlombaan perayaan hari Nasional Prancis di Alliance Fran¢aise Medan, jalan Hasanuddin Nomor 5 B Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com- Tanggal 14 Juli merupakan momen yang berharga bagi masyarakat Prancis. Tepatnya 14 Juli 1789 silam, revolusi Prancis dimulai yang ditandai dengan penyerangan Penjara Bastille.

Penjara Bastille merupakan saksi bisu berbagai peristiwa sejarah yang mewarnai revolusi Prancis. Dahulu, penjara Bastille sering digunakan untuk memenjarakan para tahanan politik yang tidak sejalan dengan kerajaan, sebab kerajaan kala itu dianggap sebagai simbol kekuasaan absolut yang dimiliki oleh kaum bangsawan dan keluarga kerajaan.

Melalui peristiwa bersejarah tersebut, masyarakat Prancis menjadikan 14 Juli sebagai hari Nasional Prancis atau sering disebut dengan Fete Nationale. Tidak ketinggalan Alliance Fran¢aise Medan, juga ikut serta merayakan Fete Nationale dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik.

Perwakilan Alliance Fran¢aise Medan, Yessi Nahampuan, mengatakan perayaan yang diadakan di Medan berbeda dengan di Prancis, sebab harus mengikuti kultur di Indonesia.

"Perayaan hari nasional Prancis 2019 di Medan ini bisa dibilang seperti merayakan 17 Agustus di Indonesia. Kalau di Prancis namanya Bastille Day, kalau perayaan di Prancis, pagi-pagi ada parade militer dan malamnya ada festival kembang api, tapi disini nggak mungkin kita adain seperti itu, jadi kita rayakan kecil-kecilan," katanya.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut juga dihadiri oleh konsul dari berbagai negara seperti Konsul Jendral Singapura, Cina, India, konsul kehormatan Timor Leste, dan Jepang.

Pukul 15.00 hingga 16.00 WIB para pengunjung diajak bermain games tradisional yang biasa di perlobakan di hari kemerdekaan Indonesia, seperti lomba guli dalam sendok, lari dengan balon di lutut serta perlombaan khas Indonesia lainnya. Tidak kalah menarik peserta juga dimanjakan dengan film-film pendek Prancis.

Selain itu acara juga dilengkapi dengan presentasi tentang Alliance Fran¢aise Medan sebagai wadah belajar bagi pemuda-pemudi yang ingin melanjutkan studi di Prancis. Selain itu para pengunjung juga diajak bermain games Kahoot yang diisi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Prancis.

"Di momen ini juga sekaligus kita bagikan Izasah Delf, itu merupakan sertifikasi Bahasa Prancis, kalau bahasa Inggris kan biasanya Toefl, kalau di Prancis namanya Delf, dan Delf itu nggak semua kursus bisa keluarkan karena itu berlaku seumur hidup dan di tandatangani oleh kementrian Prancis," katanya.

Malamnya para pengunjung dimanjakan dengan Koktail Night, tersedia makanan dan minuman ringan yang ditemani dengan musik klasik Prancis serta dekorasi ulangtahun, untuk spotfoto yang Instagramable.

"Malamnya kita lebih Happy lagi, disitu momen untuk saling berkenalan, menambahkan teman, pokoknya have fun," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved