Kurun Waktu Seminggu, Pos PGA Sinabung Mencatat Tiga Kali Aktivitas Laharan

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mencatat sedikitnya ada tiga kali aktivitas laharan yang cukup besar.

Kurun Waktu Seminggu, Pos PGA Sinabung Mencatat Tiga Kali Aktivitas Laharan
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Gunung Sinabung di Tanah Karo 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mencatat sedikitnya ada tiga kali aktivitas laharan yang cukup besar.

Diketahui, laharan ini disebabkan karena tingginya curah hujan yang terjadi di seputar Gunung Sinabung.

Menurut keterangan dari Kepala Pos PGA Sinabung Deri Al Hidayat, ketiga aktivitas laharan tersebut terjadi pada Rabu (10/7/2019), Sabtu (13/7/2019), dan terahir Minggu (14/7/2019).

"Memang beberapa hari ini puncak Gunung Sinabung sering terjadi hujan deras, sehingga menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin," ujar Deri, di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Senin (15/7/2019).

Dirinya menyebutkan, berdasarkan data yang diperoleh dari alat pendeteksi getaran atau seismograf, aktivitas ketiga laharan tersebut hampir sama.

Adapun rincian ya adalah, pada Rabu malam getaran laharan terdeteksi sebesar 120 mm, dengan durasi selama 2979 detik. Kali itu, laharan menuju ke arah Barat gunung, seperti ke Desa Kuta Mbaru, Susuk, dan Perbaji.

Kepala Pos PGA Sinabung Deri Al Hidayat, memeriksa hasil perekaman aktivitas laharan malam tadi, di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Senin (14/7/2019).
Kepala Pos PGA Sinabung Deri Al Hidayat, memeriksa hasil perekaman aktivitas laharan malam tadi, di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Senin (14/7/2019). (Tribun Medan / Nasrul)

"Memang kemarin itu intensitas hujan deras, dan cukup lama, diperparah lagi adanya material yang menyumbat di sabo dam. Sehingga laharan sampai meluap ke Desa Kuta Mbaru," katanya.

Kemudian, pada Sabtu malam, kekuatan aktivitas laharan terdata sebesar 120 mm, dengan durasi selama 2433 detik.

Kali itu, laharan terdata di bagian Timur Gunung, seperti ke arah Sigaranggarang, Suka Nalu, dan Lau Kawar. Sedangkan malam tadi, getaran akibat laharan terdeteksi sebesar 120 mm, dengan durasi 2269 detik.

"Jika dilihat dari amplitudonya, laharan malam tadi sekira pukul 23.00 WIB termasuk besar juga. Kalau di rekaman kita yang terbesar itu tadi malam, karena hujannya rata antara di Barat dengan di Timur," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved