Minat Pendaftar SMP Negeri Rendah, Kepala Dinas Ingatkan Kepsek se-Kota Binjai Lebih Kreatif
Hari Rabu nanti baru tahu jumlah pasti yang kosong di tiga SMP itu, hari Rabu nanti saya tandatangani.
Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kadis Pendidikan Kota Binjai, Sri Ulina Ginting menyampaikan imbauan kepada para kepala sekolah Kota Binjai.
Hal ini menyusul masih minimnya minat murid mendaftar ke sejumlah SMP Negeri di Kota Binjai.
Sri Ulina Ginting mengimbau kepada semua kepala sekolah se-Kota Binjai untuk lebih kreatif terkait program yang menarik murid-murid. Dan, progaram didik perlunya diimbangi dengan kualitas SDM tenaga pengajar yang bisa mengikuti perkembangan zaman.
"Imbauannya perlu kreatifitas program dan upgrade SDM guru. Misalnya paskibraka, pramuka itu perlu lebih kreatif untuk kembangkan minat dan bakat anak. Guru-gurunya juga diminta agar tingkatkan kualitas SDMnya," kata Sri Ulina Ginting, Senin (15/7/2019) sore.
Dijelaskan Sri Ulina Ginting, dari total 15 SMPN Kota Binjai, SMPN 5, SMPN 8 dan SMPN 10 jumlah kelas yang tersedia tidak terpenuhi maksimal. Di tiga SMPN ini ada dua hingga tiga ruang kelas statusnya kosong karena sama sekali tidak ada yang mendaftar.
"Hari Rabu nanti baru tahu jumlah pasti yang kosong di tiga SMP itu, hari Rabu nanti saya tandatangani. Kalau emang kosong terus seperti kemarin ya gak apa-apa, mau bagaimana lagi dibuat," katanya.
Atas kondisi yang sudah menahun ini, Dinas Pendidikan Binjai akan mengambil langkah kebijakan dan solusi. Kata Sri Ulina Ginting, paling tidak, ke depan penerapan sistem zonasi dari kebijakan menteri dan peraturan Wali Kota perlu dimusyawarakan lagi. Karena dari tahun ke tahun SMP Negeri 5 dan 8 yang acap kosong bisa terdampak karena jumlah penduduk dan zonasi.
Sejauh ini, analisis sementara, zonasi berdampak lantaran lokasi SMP terkait berada di pinggiran, jumlah penduduk setempat, terkendala transportasi, hingga belum terjamah pembangunan sarana dan prasana yang lebih baik dari SMPN Favorit atau SMP Swasta lainnya.
"Ke depan mungkin penerapan sistem zonasi akan kita gabung aja lagi, zonasi Barat dengan Utara, intinya tetap ikuti kebijakan menteri di pusat. Banyak orang sukanya sekolah yang dekat jalan yang ada akses transportasi, makanya kemarin seperti kita bahas harapannya Trans Binjai supaya nanti diadakan ke semua sekolah," jelasnya.
(dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kadis-pendidikan-binjai-sri-ulina-ginting.jpg)