Terapkan Sistem Pembelajaran i-STEAM, YPSA Buka Kelas Tahfiz untuk Siswa SD dan SMP

YPSA merupakan sekolah Islam internasional yang berakreditasi A nasional saat ini semakin lengkap dengan dibukanya kelas Tahfiz

Terapkan Sistem Pembelajaran i-STEAM, YPSA Buka Kelas Tahfiz untuk Siswa SD dan SMP
IST
Pelepasan balon saat upacara Penyambutan Siswa Baru & Pembukaan TP 2019- 2020 di lapangan hijau Raz Garden YPSA, Senin (15/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - YPSA merupakan sekolah Islam internasional yang berakreditasi A nasional dan diakreditasi oleh University of Cambridge, saat ini semakin lengkap dengan dibukanya kelas Tahfiz pada tingkat SD dan SMP.

Hal ini diungkap Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Buya Sofyan Raz saat memberikan sambutan upacara Penyambutan Siswa Baru & Pembukaan TP 2019- 2020 di lapangan hijau Raz Garden YPSA, Senin (15/7/2019).

Baca: Barcelona Coba Telikung Juventus di Tetik Terakhir Transfer Matthijs de Ligt dari Ajax

"Buya harap, kepada para siswa, jadilah hafiz dan hafizah yang akan menjadi duta-duta agama Islam di masa depan. Dengan dibukanya program Tahfiz ini, YPSA tidak pernah berhenti berkomitmen untuk ambil bagian mengembalikan ummat Islam kepada Al-Quran dan Sunnah. Semoga kebangkitan ummat Islam cahayanya akan terbit di ufuk Sumatera Utara dari YPSA ini, yang ditandai dengan hadirnya generasi emas yang menguasai teknologi juga faham dan mengamalkan Al-Quran dan Sunnah," ungkapnya.

Ia menambahkan, tahun ini, YPSA menerapkan sistem pembelajaran i-STEAM (Islamic, Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) yang bukan hanya meningkatkan kemampuan para siswa memahami pembelajaran tetapi juga mengajarkan siswa mengaplikasikan sistem pembelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: Catat Waktu-waktunya, Rabu Dini Hari Gerhana Bulan Sebagian Lintasi Langit Indonesia

"Tahun pelajaran yang lalu, kita banyak meraih prestasi bergengsi baik di dalam maupun luar negeri dalam bidang penelitian dari tingkat SD, SMP dan SMA. 1 medali emas di Solo, 1 medali emas di Malang, 2 medali emas dan 1 medali perak di Malaysia, 1 medali perak di Bali, 1 medali perak di Bandung, dan raihan prestasi lainnya. Ditambah lagi, pada tahun ini, insya Allah 4 orang siswa SMA telah lulus seleksi dan akan mengikuti program pertukaran pelajar internasional AFS ke Polandia dan Italia," ujarBuya.

Ketua panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2019 yang juga Kepala SMA YPSA Bagoes Maulana, mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah mempercayai YPSA menjadi wadah pendidikan anak-anaknya.

“Kami berharap kerjasama orang tua siswa-siswi untuk dapat saling bersinergi membangun karakter anak kita ini,” ujarnya.

Bagoes menjelaskan lagi, tahun ini YPSA hanya menerima 339 siswa dari 426 yang mendaftar.

Mewakili orangtua siswa, H Ahmad Ridwansyah Putra, orangtua siswa dari Keyshia Ratu Shanzania ( X US) dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dengan YPSA.

“Tanpa pendidikan yang baik kita tidak akan memiliki negara yang baik. Karena Ilmu pengetahuan adalah harta yang kekal. Ilmu tidak dapat dicuri oleh siapapun kecuali kita mentransfernya. Kalau harta, kita yang akan menjaganya, tapi kalau ilmu, ilmu yang akan menjaga kita. Kami para orangtua berharap dengan belajar di YPSA seluruh siswa fokus belajar di sini," katanya.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty dan Pembina YPSA Buya Sofyan Raz, sematkan badge nama secara simbolis kepada siswa-siswi PGTK, SD, SMP, SMA, dan pemberian Al-Qur'an kepada siswa kelas Tahfidz, serta dilanjutkan melepas dan menerbangkan balon-balon PSB TP 2019-2020.
Area lampiran

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved