Anggota DPRD Sumut Keluarkan Rekomendasi Pencopotan Kepsek SMAN 6 Binjai, Ini Alasannya

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi membenarkan telah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatanganinya.

Anggota DPRD Sumut Keluarkan Rekomendasi Pencopotan Kepsek SMAN 6 Binjai, Ini Alasannya
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Massa yang mengatasnamakan Alumni SMA Negeri 6 Kota Binjai melakukan unjuk rasa damai turun ke jalan, Senin (15/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Anggota DPRD Sumut telah mengeluarkan surat rekomendasi pencopotan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Binjai. Rekomendasi ditandatangani pasca desakan dan demo alumni untuk mencopot jabatan Ika Prihatin.

Sejumlah desakan dilayangkan alumni dan hingga kini, surat rekomendasi tersebut belum disikapi Dinas Pendidikan Sumut. Alumni SMA Negeri 6 Binjai juga telah melakukan aksi demo.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi membenarkan telah mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatanganinya.

Dia menceritakan adanya aspirasi yang datang kepada pihaknya, sehingga menerbitkan surat rekomendasi tersebut.

"Sudah ada rekomendasinya itu. Pada Maret, ibu guru dan alumni (SMAN 6 Binjai), datang menghadap saya. Mereka menceritakan semua. Karena itu, saya buat rekomendasi sama Kepala Dinas Pendidikan untuk menghentikan jabatan kepala sekolah terkait‎," ungkap Muhri, Selasa (16/7/2019).

"Surat sah, dari Ketua Komisi A agar Pemprov Sumut melalui Disdik untuk melakukan evaluasi (terhadap Kasek SMAN 6 Binjai)," tegas dia.

Mehri bilang, surat rekomendasi yang dikeluarkan hingga kini belum mendapat respon dari Disdik Sumut mau pun UPT Disdik Binjai-Langkat. Belum berjalannya rekomendasi berujung aksi demo di depan sekolah.

"Gubernur jangan mengabaikan surat yang keluar demi aspirasi yang datang kepada kita. Polisi juga harus berada di tengah. Sebagai aparat yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak boleh berpihak," tegasnya.

Ditemui di SMA Negeri 6 Binjai, Ika Prihatin yang mulanya payah dikonfirmasi akhirnya bersedia, dia turut menghadirkan sejumlah staf bawahannya. Menurut Ika, persoalan ini sudah direspon oleh UPT Disdik Binjai-Langkat yang memintanya memberikan keterangan.

Terkait poin-poin tuntutan dalam demo, seperti penundaan sertifikasi guru, dan dugaan intervensi keorganisasian murid, dibantah oleh Ika Prihatin. Dia berdalih semuanya hanya tudingan yang tak suka pada kebijakannya.

Bahkan, dia menuding alumni lah telah membuat keadaan kepemimpinannya menjadi keruh, dengan melakukan provokasi. Dia menyebut-nyebut nama alumni Redi dan Dimas saat ditanya muasal masalah berkait kegiatan sanggar sekolah yang dikembangkan.

"‎Sekolah kan ada extra kurikuler, disini aktif ganti-ganti. Diakui sebagai pembelajaran. Redi selama ini pelatih, dia minta, dia nangis sama saya. Saya bilang gak bisa, gajinya kecil karena dari komite, jadi saya gak tahu, kami mau upgrade, jadi butuh tim profesional, dia jarang ada, dia mundur gak permisi pun sama saya. Gak tahu saya masalahnya sama saya, panasnya apa, dah pernah dibujuk-bujuk," katanya.

"Alumni juga kemampuan integritasnya tidak ada. Merokok mereka di dalam ruangan. Apakah pendidikan yang baik itu? Sore hari, terlihat merokok. Terpantau karena simulasi UNBK," katanya.

Sebelumnya, Kasek SMAN 6 Binjai Ika Prihatin diduga bertindak semena-mena terhadap para guru. Ika diduga melakukan intervensi kepada para guru dan organisasi extra kurikulum. Mereka berunjuk rasa di depan sekolah.

"Kami menyesalkan sikap polisi. Enggak mungkin mereka tahu kalau kami tidak menyampaikan. Artinya, kami sudah memberi tahu. Bahkan Sprint penunjukkan personel juga sudah beredar tadi malam," kata Fahrizal Nasution, Koordinator Aksi.

"Syarat memperoleh sertifikat harus 24 jam dalam seminggu. Jadi sulit guru-guru kami mendapat sertifikasi," kata dia.

Selain itu, kata dia, Ika juga diduga memperlambat menandatangani surat pengajuan kenaikan golongan secara berkala yang diajukan guru. Menurut dia, ini merupakan hasil investigasi yang dilakukan para alumni dengan melakukan wawancara sejumlah guru-guru selama 3 bulan.

Atas temuan itu, mereka mengadukan hal tersebut kepada DPRD Sumut. Kalau Ika masih tetap Kasek, ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2018. Karena dihalangi, massa berpindah meluapkan aspirasnya ke UPT Disdik Sumut untuk Binjai-Langkat di Stabat.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved