Mengulik Silat Melayu Khas Tuah Deli, Pendekarnya Harus Memiliki Adab-adab Keislaman

Silat Tuah Deli erat kaitannya dengan syariah-syariah Islam. Oleh karena itu para pendekar silat harus memiliki adab-adab keislaman.

Mengulik Silat Melayu Khas Tuah Deli, Pendekarnya Harus Memiliki Adab-adab Keislaman
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Latihan para pendekar Silat Tuah Deli di Istana Maimun. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dari segala hal tentang Melayu, ternyata masih ada kebolehan lain yang perlu diketahui masyarakat.

Ya, Melayu memiliki seni beladirinya sendiri. Dan kali ini, Seni Beladiri itu digalakkan dengan nama Silat Tuah Deli, yang digagas Lembaga Budaya Melayu Tuah Deli (LBM Tuah Deli).

Silat Tuah Deli merupakan sub beladiri dari Silat Melayu Lintau yang legendaris dan menyebar di berbagai kawasan di Sumatera. Untuk nama Lintau sendiri, disebutkan Kepala Bidang Silat LBM Tuah Deli, Ilham Yusuf berasal dari dua kata yakni Lintasan Tauhid.

"Dari kata tersebut dapat ditebak, bahwa Silat Tuah Deli erat kaitannya dengan syariah-syariah Islam. Oleh karena itu para pendekar silat harus memiliki adab-adab keislaman untuk menguasai Silat Tuah Deli," ujar pria yang akrab disapa Ucup ini.

Pria yang bertugas di Dispenda, Pemkab Langkat ini berujar, awal mula Silat Tuah Deli dimainkan oleh pemuda-pemuda di Gang Ketoprak, Jalan HM Yamin, Kota Medan. Namun lambat laun, silat ini diperkenankan ke masyarakat yang lebih luas dan diizinkan berlatih setiap malam Rabu dan malam Sabtu di Istana Maimoon.

"Anggotanya pun sudah banyak. Ada 40 orang," katanya kepada Tribun Medan, Selasa (16/7/2019) Sore.

Pria 39 tahun ini menjelaskan Silat Tuah Deli tidak memiliki tingkatan sabuk seperti seni beladiri pada umumnya. Namun para kemahiran pada pendekar dapat dilihat dari kemampuanya menguasai jurus-jurus dan adab perilakunya.

Apalagi di Silat Melayu ada 141 jurus, yang berasal dari 16 jurus inti. Ada memang para pendekar seperti yang sudah senior, yang sudah mahir itu akan dimimpikan melawan hewan-hewan buas setelah menguasai Silat Melayu.

"Di sini kita menggunakan tenaga lawan untuk ditangkap dan dikembalikan lagi ke lawan. Jadi seberapa keras pukulannya itu akan kembali ke dia lagi dengan bentuk yang berbeda, seperti patah-patah lah," ujar Ucup

Saat ini, Silat Tuah Deli tak hanya membawa pada keberkahan pribadi bagi para pendekarnya. Beberapa kali, para pendekar silat melayu kerap diundang mengisi acara-acara pemerintahan bahkan dihadirkan saat menjamu pejabat teras Istana Negara.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved