Semut Sumut Ciptakan Ruang Belajar untuk Anak Putus Sekolah

Kita membuka ruang belajar gratis untuk anak-anak putus sekolah karena faktor ekonomi, dan kebanyakan kurang dipandang di masyarakat

Semut Sumut Ciptakan Ruang Belajar untuk Anak Putus Sekolah
TRIBUN MEDAN/HO
Aktifitas rutin komunitas Semut Sumut. Mereka membuka 4 jurusan yakni Fotografi, Desain Grafis, Public Speaking, dan Videografi. Namun tidak menutup juga anak-anak didik semut juga dibekali ilmu lainnya seperti belajar Bahasa Inggris, kelas Melukis, dan Musik. 

TRIBUN-MEDAN.com - Berawal dari kepeduliannya terhadap nasib anak-anak putus sekolah di Medan, Yogie Adjie dan rekan lainnya membentuk Semut Sumut sebagai wadah belajar yang berkelanjutan guna menjadi bekal bagi anak putus sekolah untuk memperbaiki hidup.

Saat berbincang dengan tribun Medan, Co-Founder Semut Sumut, Bio Sw mengatakan nama semut diambil dari filisofi hidup semut yang sering disepelekan karena kecil dan terlihat lemah, padahal kata Bio semut memiliki banyak kelebihan seperti mampu mengangkat benda hingga 5.000 kali lipat bobot tubuhnya serta kategori hewan yang cerdas.

"Kita membuka ruang belajar gratis untuk anak-anak putus sekolah karena faktor ekonomi, dan kebanyakan kurang dipandang di masyarakat, tapi bagi kami bisa aja mereka lebih pintar dari yang sekolah kalau mereka mendapat kesempatan yang sama, makanya dari filosofi itu kami mengambil nama semut," kata Bio, Selasa (16/7/2019)

Komunitas yang sudah ada sejak tahun lalu ini bergerak atas dasar melihat maraknya ketimpangan sosial antara anak yang mendapat pendidikan dan tidak. Dalam melaksanakan program kerja, Semut Sumut tidak main main, mereka menetapkan sisitem belajar berkelanjutan selama setahun dengan pilihan 1 fokus belajar.

Mereka membuka 4 jurusan yakni Fotografi, Desain Grafis, Public Speaking, dan Videografi. Namun tidak menutup juga anak-anak didik semut juga dibekali ilmu lainnya seperti belajar Bahasa Inggris, kelas Melukis, dan Musik.

"Setiap murid hanya boleh mengambil satu bidang kecuali yabg ekstrakulilernya, mereka belajar itu selama setahun dan sudah kita mulai sejak Januari kemarin, sebenarnya kita pengen buka banyak tapi kita kerucutkan lagi dengan bidang-bidang yang kita dekat, kebetulan founder-fiunder kita juga terlibat dalam bidang itu," katanya.

Ia mengatakan kedepannya tidak menutup akan membuka kelas baru, namun tetap dalam lingkup industri kreatif. Ia menceritakan anak didik semut sumut berasal dari berbagai tempat baik Medan maupun anak rantau.

"Waktu buka pendaftaran ada 50 murid dan yang tetap konsisten sekitar 20-an, dan hampir setiap hari kita ada kelas dan kayak jam kuliah, dibagi waktunya sesuai kelas, kalau seminggu masing-masing bidang ada tiga kali," katanya.

Perekrutan murid Semut Sumut juga tergolong unik sebab melalui offline yakni dari mulut ke mulut. Hingga saat ini Bio mengatakan ada beberapa murid yang sudah magang dan sesuai dengan yang mereka pelajari di Semut Sumut.

"Ada yang udah pernah dapat project Grafic design dan videografi, kadang si videografer sudah buat video dari beberapa even di Medan, bahkan kemarin jasa desain grafis pernah dipakai sama buka lapak," katanya.

Selain itu semut sumut juga membuka donasi dan relawan pengajar kepada siapapun yang ingin terlibat dapat langsung menghubungi melalui instagram @semutsumut.

"Bagi siapapun yang mengetahui kalau ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi dan masih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar bisa rekomendasi ke kamu," katanya

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved