Zainul Arif Menghina Presiden Jokowi di Facebook Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan

Terdakwa tampak kebingungan dan hanya berlipat tangan dan melirik-lirik ke arah awak media yang mencoba mengabadikan fotonya.

Zainul Arif Menghina Presiden Jokowi di Facebook Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kasus UU ITE Zainul Arif (25) yang menghina Presiden Jokowi di facebook divonis penjara 1 tahun 5 bulan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kasus UU ITE Zainul Arip alias Zainul Arif (25) yang menghina Presiden Jokowi di Facebokk divonis hukuman penjara 1 tahun 5 bulan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (16/7/2019).

"Dengan ini menghukum terdakwa Zainul Arip karena telah terbukti bersalah melanggar Pasal 45 A ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan hukumanan penjara 1 tahun dan 6 bulan," ungkap Hakim Ketua Erintuah Damanik.

Terdakwa tampak kebingungan dan hanya berlipat tangan dan melirik-lirik ke arah awak media yang mencoba mengabadikan fotonya.

Usai divonis, terdakwa tampak berkonsultasi dengan Pengacaranya Satdam Ritonga dan akhirnya menjawab pikir-pikir. Begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rehulina asal Kejari Batubara.

Putusan ini lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU yang memintanya dihukum 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Terdakwa asal Pare-Pare, Indrapura Batubara ini terbukti bersalah melanggar UU ITE usai menuliskan status di FB bernama Zainul Arif 'JANGAN PILIH JOKOWI, JOKOWI OTAK SETAN MAIN DUKUN KAFIR KAU JOKOWI #2019GANTIPRESIDEN' dan Pesan Instagram atas nama Zainularif_25.

Terdakwa seusai sidang terus menutupi wajahnya dengan tangan dan tak memberikan sedikitpun statement terkait putusan tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribun, Awal mula kejadian, terdakwa ditangkap di rumahnya yang berada Dusun 1 Desa Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Batubara pada 21 Maret 2019.

Ia ditangkap atas laporan Sastra, yang merupakan Sekretaris Tim Kampanye Daerah Capres 01 Sumut.

"Selaku sekretaris tim kampanye, pelapor kemudian membuat laporan ke Polda Sumut karena merasa keberatan atas postingan itu yang dinilainya dapat menimbulkan keonaran dan kebencian," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja pada 22 Maret 2019 lalu.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dimana dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Zainul diketahui sebagai pemilik akun.

"Dia memakai akun asli. Berdasarkan keterangan pelaku memuat postingan itu karena tidak senang atas pemerintahan saat ini," pungkas Tatan.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved